Belanja Rapat Dan Transport Dinkes Pacitan Capai Ratusan Juta, Target Program Jadi Alasan
Pacitan, (afederasi.com) – Belanja kegiatan rapat dan tranport di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan tercatat mencapai ratusan juta rupiah dalam satu tahun anggaran 2026.
Besaran tersebut merupakan akumulasi dari berbagai sub kegiatan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Desember.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pacitan, Nunuk Irawati, menjelaskan bahwa setiap kegiatan memiliki target output tersendiri yang telah ditetapkan sejak awal, sehingga membutuhkan pertemuan atau koordinasi secara berkala.
“Sub kegiatan kita banyak, masing-masing punya kegiatan sendiri. Tidak bisa disatukan karena programnya berbeda-beda,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data yang diunggah melalui sistem pengadaan pemerintah, belanja paket rapat di Dinas Kesehatan Pacitan bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah dalam satu tahun anggaran.
Sejumlah paket kegiatan bahkan memiliki pagu hingga Rp432 juta, Rp145 juta, Rp115 juta, serta beberapa lainnya di kisaran Rp40 juta hingga Rp60 juta.
Tak hanya di tingkat dinas, belanja serupa juga tercatat di sejumlah puskesmas dengan pagu antara Rp23 juta hingga Rp35 juta per paket kegiatan dalam periode yang sama.
Selain itu, dari sumber paket yang diunggah melalui sistem pengadaan secara elektronik (SPSE), juga tercatat anggaran untuk kegiatan transport dan perjalanan dinas di tingkat puskesmas dalam satu tahun anggaran mencapai puluhan juta rupiah, dengan nilai bervariasi seperti Rp30 juta, Rp41 juta, hingga Rp60 juta.
Anggaran tersebut bersumber dari berbagai skema pendanaan, seperti APBD, BLUD, Dana Alokasi Umum (DAU), serta Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Nunuk menegaskan, meski terdapat kebijakan efisiensi anggaran, pelaksanaan program tidak bisa sepenuhnya dikurangi karena telah memiliki target capaian yang ditentukan pemerintah pusat, khususnya pada program yang didukung BOK.
“Kalau kegiatan seperti kunjungan ibu hamil itu sudah ada targetnya. Kalau terlalu diefisienkan, nanti target tidak tercapai,” jelasnya.
Ia menambahkan, efisiensi tetap dilakukan, salah satunya dengan mengurangi frekuensi rapat tatap muka dan memanfaatkan pertemuan daring.
“Kami tetap efisiensi, tidak semua rapat dilakukan secara luring. Tapi memang masih ada yang harus tatap muka,” imbuhnya.
Selain belanja rapat, anggaran juga digunakan untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan, termasuk biaya transport petugas puskesmas saat menjalankan kegiatan di lapangan.
Menurutnya, skema biaya tersebut dibedakan antara uang transport (UT) dan uang harian (UH). UT diberikan berdasarkan pengeluaran riil petugas, sementara UH sebesar Rp160 ribu diberikan untuk kegiatan dengan durasi lebih dari delapan jam.
Adapun UT rata-rata sebesar Rp60 ribu per petugas.
“Untuk transport itu peruntukannya bagi petugas puskesmas, termasuk untuk BBM dan makan,” jelasnya.
Ia megatakan, penggunaan anggaran tersebut tetap diarahkan untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat agar tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.(fer)
What's Your Reaction?



