Bantah Terlibat, AG Angkat Bicara Klaim Jadi Korban Penipuan SK ASN Palsu di Gresik
Ada empat orang yang saya kenalkan, keponakan saya dan juga anak saya. Bahkan anak saya sampai resign dari kerjaannya. Semua dari Lamongan,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).
Gresik, (afederasi.com) - Setelah selama sepekan terakhir, sempat menjadi sorotan publik, Agus Priyono (AG) yang dituding terlibat dalam penipuan rekrutmen ASN di lingkungan Pemkab Gresik akhirnya angkat bicara. Staf Dinas PMD Kabupaten Gresik itu menegaskan dirinya bukan pelaku, melainkan turut menjadi korban dalam kasus dugaan penipuan SK ASN palsu.
AG mengungkapkan, awal mula dirinya terjerat dalam kasus ini karena percaya pada tawaran AT, seorang ASN nonaktif Pemkab Gresik yang diduga sebagai pelaku utama. Pada 2024 lalu, AT menawarkan jalur masuk ASN melalui skema pengganti pegawai yang mengundurkan diri.
Karena merasa yakin, AG bahkan mengenalkan tawaran tersebut kepada orang-orang terdekatnya.
“Ada empat orang yang saya kenalkan, keponakan saya dan juga anak saya. Bahkan anak saya sampai resign dari kerjaannya. Semua dari Lamongan,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).
Pada 2025, keempat orang tersebut sepakat mengikuti tawaran itu. Namun, untuk bisa menjadi ASN, masing-masing diminta menyetor uang sebesar Rp125 juta kepada AT.
AG menegaskan dirinya hanya sebatas perantara yang mengenalkan, bukan bagian dari jaringan penipuan. Ia juga mengaku telah memberikan keterangan secara terbuka kepada pihak berwenang.
“Saya juga sudah diperiksa Inspektorat dan juga Polres Gresik. Saya ceritakan semuanya. Saya hanya mengenalkan,” tegasnya.
Saat mulai mencurigai adanya penipuan, AG sempat berupaya mencari keberadaan AT. Namun, saat mendatangi rumah yang bersangkutan, ia tidak menemukan siapa pun.
“Bayarnya ada yang ditransfer, ada yang cash langsung. Ada juga yang dicicil,” imbuhnya.
Kasus ini kini telah dilaporkan dan tengah ditangani aparat penegak hukum. Pemerintah Kabupaten Gresik juga berupaya memastikan keabsahan dokumen sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan penipuan yang lebih luas.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Wijaya membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa Agus Priyono sebagai saksi. Dari hasil pemeriksaan, AG juga masuk dalam daftar korban penipuan SK ASN palsu.
Bahkan, menurut Arya, AG diketahui telah menyetor uang hingga Rp300 juta kepada AT.
Polisi hingga kini masih terus mendalami kasus tersebut, yang diduga telah memakan korban puluhan orang. Penelusuran juga dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan penipuan yang lebih besar.
BKPSDM Gresik pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan ASN dengan imbalan tertentu. Seluruh proses rekrutmen ASN ditegaskan dilakukan secara resmi oleh pemerintah dan tidak dipungut biaya.(frd)
What's Your Reaction?



