Tradisi Padusan Jelang Ramadan, Berkah Rejeki bagi UMKM dan Jasa Bersih Makam

17 Feb 2026 - 08:59
Tradisi Padusan Jelang Ramadan, Berkah Rejeki bagi UMKM dan Jasa Bersih Makam
Tradisi Padusan jelang Ramadan warga Gresik ramai datangi makam untuk tabur bunga dan kirim doa keluarga yang telah meninggal. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Tradisi padusan menjelang bulan suci Ramadhan terus dilestarikan masyarakat di Kabupaten Gresik. Salah satunya terlihat di area pemakaman Pemakaman Tlogopojok, Kecamatan Gresik, Jawa Timur, Senin sore (16/02/2026).

Sejak sore hari, warga berbondong-bondong mendatangi area pemakaman untuk berziarah dan mengirim doa kepada keluarga maupun kerabat yang telah meninggal dunia. Tradisi ini menjadi momen tahunan masyarakat menjelang datangnya bulan puasa.

Ramainya peziarah turut membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pedagang tampak berjejer dari pintu masuk hingga area sekitar makam, menjajakan aneka makanan ringan, minuman, serta kebutuhan peziarah lainnya.

Tidak hanya pedagang, sejumlah warga dan anak-anak sekitar area makam juga memanfaatkan momen tersebut dengan membuka jasa bersih makam dadakan. Aktivitas ini menjadi sumber penghasilan tambahan di tengah meningkatnya kunjungan peziarah.

Pantauan di lokasi, kendaraan peziarah terlihat berjejer parkir di sepanjang Jalan Raya Gubernur Suryo. Para peziarah datang bersama keluarga, membawa alas duduk, kemudian membaca ayat suci Al-Qur’an dan memanjatkan doa untuk keluarga yang telah berpulang.

Salah satu peziarah, Nurul Fadilah (42), warga warga kelurahan Trate, mengatakan ziarah jelang datangnya Ramadan ini rutin setiap tahun bersama seluruh keluarga.

“Ziarah menjelang Ramadhan, ini sudah menjadi tradisi setiap tahun pasti datang ke sini mengirim doa di makam orang tua,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rendi Rahadian (27), warga desa Roomo. Setiap jelang bulan Suci Ramadan, Ia mengaku datang bersama istri dan keluarganya untuk kirim dan menabur bunga dimakan keluarga besarnya yang dimakamkan di makam Pojok 

"Ya kami sekeluarga biasanya lebih dulu membersihkan makam kemudian menabur bunga dan mengirim doa. Nanti sebelum Lebaran juga datang lagi,” ujarnya sambil menentang sabit untuk membersihkan rumput yang tumbuh liar disekitar makam.

Diketahui, jumlah peziarah diprediksi meningkat pada Selasa (17/02/2026) karena bertepatan dengan libur hari besar keagamaan. Masyarakat diperkirakan akan memanfaatkan waktu libur untuk berziarah sekaligus menjalankan tradisi padusan menjelang Ramadan.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow