Staf Sekwan DPRD Lamongan Digerebek Istri di Hotel Tuban, Diduga Selingkuh dengan Penjaga Warung

17 Feb 2026 - 09:04
Staf Sekwan DPRD Lamongan Digerebek Istri di Hotel Tuban, Diduga Selingkuh dengan Penjaga Warung
Seorang Staf Sekwan DPRD Lamongan Digrebek Istrinya saat Berada di Hotel Diduga bersama Selingkuhannya. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum aparatur negara kembali mencuat. Kali ini, HP (54), seorang staf Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Lamongan, digerebek oleh istrinya sendiri saat sedang berduaan dengan wanita idaman lain (WIL) di sebuah kamar hotel di Tuban.

Peristiwa penggerebekan tersebut terjadi di Hotel Ratna, Jalan Ronggolawe, Kota Tuban, pada Senin (16/02/2026) tengah malam, sekitar pukul 24.00 WIB. Sang istri, berinisial S (45), sengaja membuntuti suaminya karena curiga dengan gerak-gerik HP belakangan ini.

Aksi nekat S bermula ketika ia melihat suaminya yang berstatus sebagai pegawai P3K tersebut menjemput seorang wanita berinisial M (48) di kawasan Terminal Bus Lamongan. Diketahui, M merupakan warga asal Tuna, Kabupaten Tuban, yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga warung di terminal tersebut.

"Saat itu, sekitar pukul 21.00 WIB, suami saya berboncengan dengan seorang wanita lain di Terminal Lamongan. Kemudian saya membuntuti mereka, dan sekitar pukul 22.45 WIB suami saya dan wanita itu masuk ke sebuah hotel di Tuban," terang S.

 

Tak ingin gegabah, S tidak langsung merangsek masuk. Ia menunggu di luar hotel sembari menghubungi layanan Call Center 110 untuk meminta bantuan dari Polres Tuban. Bersama aparat kepolisian, S kemudian melakukan pengecekan ke kamar yang dipesan oleh suaminya.

Saat pintu kamar dibuka, HP tak berkutik. Ia didapati sedang berduaan di dalam kamar bersama M. Diduga kuat, keduanya baru saja melakukan hubungan layaknya suami istri sebelum penggerebekan terjadi.

Meski terpukul dengan kenyataan pahit yang dilihatnya, S mengaku sudah bulat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia berharap ada tindakan tegas bagi suaminya, terutama mengingat status HP sebagai pegawai di instansi pemerintahan.

"Saya pasrah, dan selanjutnya perkara ini saya serahkan sepenuhnya pada kuasa hukum saya. Saya berharap proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya," pungkas S dengan nada kecewa. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow