Terungkap! Sosok Saksi Kelahiran Bung Karno Ternyata Berasal dari Jombang
Jombang, (afederasi.com) - Misteri sosok saksi kelahiran Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, akhirnya terkuak. Pemerhati sejarah asal Jombang, Arif Yulianto atau yang akrab disapa Cak Arif, berhasil mengungkap fakta baru bahwa saksi kelahiran Bung Karno adalah seorang tokoh bernama Mas Kiai Suro Sentono atau Kek Suro, yang ternyata berasal dari Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.
Penemuan penting ini berawal dari sebuah foto lawas tahun 1925 yang ditemukan Cak Arif di wilayah Kabuh. Foto bertuliskan "Koenjoengan R.Djamiloen ke Broemboeng 1925" itu memperlihatkan beberapa sosok, termasuk Raden Djamiloen (saudara Bupati Jombang Pertama, R. A. A Soeroadiningrat V) dan seorang tokoh yang diyakini sebagai Kek Suro.
"Foto ini saya temukan di Kabuh Jombang. Oleh pemilik foto, Pak Sulisyono Imam Jayaharja, disebutkan ada beberapa sosok, yakni Raden Djamiloen, Mbah Suro (Kek Suro), dan buyutnya yang bernama Buyut Ilyas, yang saat itu menjabat sebagai Lurah Brumbung (Broemboeng)," jelas Cak Arif kepada media afederasi.com, Selasa (17/2/2026).
Temuan foto ini menjadi mata rantai yang hilang dalam sejarah kelahiran Bung Karno. Selama ini, buku biografi Bung Karno yang ditulis penulis Amerika Cindy Adams pada tahun 1966 menyebutkan adanya seorang kakek tua yang menjadi satu-satunya saksi kelahiran Sang Proklamator.
Dalam buku tersebut tertulis dengan ejaan lama: "Bapak tidak mampu memanggil dukun untuk menolong anak jang akan lahir. Keadaan kami terlalu ketiadaan. Satu-satunja orang jang menghadapi ibu ialah seorang kawan dari keluarga kami, seorang kakek jang sudah terlalu amat tua. Dialah, dan tak ada orang lain selain dari orang tua itu, jang menjambutku mengindjak dunia ini".
"Siapakah kakek tua yang dimaksud di buku itu? Tak lain adalah Mas Kiai Suro Sentono atau Kek Suro, kerabat keluarga Bung Karno yang lahir di Kabuh, Jombang," tegas Cak Arif.
Penemuan ini sekaligus memperkuat fakta sejarah bahwa Bung Karno lahir di Ploso pada 6 Juni 1902. Saat itu, Ploso masuk wilayah Karesidenan Surabaya, namun kini secara administratif berada di Kabupaten Jombang.
"Bung Karno lahir di Ploso 6 Juni 1902, dan saksi kelahirannya adalah Kek Suro orang Kabuh. Ploso dan Kabuh adalah wilayah yang berdekatan, sama-sama berada di utara Sungai Brantas, Kabupaten Jombang," terang Cak Arif.
Untuk memastikan kebenaran identitas Raden Djamiloen dalam foto tersebut, Cak Arif bersama penelusur sejarah Binhad Nurrohmat melakukan penelusuran ke keluarga Raden Djamiloen di Sedayu, Gresik. Meski keluarga di Sedayu tidak memiliki foto asli Raden Djamiloen, mereka meyakini kebenaran sosok tersebut berdasarkan kemiripan wajah dengan Kanjeng Sepuh Sedayu.
Penelusuran juga dilakukan ke makam Kuncen di Yogyakarta, tempat peristirahatan terakhir Kek Suro. Menariknya, makam Kek Suro berada satu kompleks dengan makam H.O.S Cokroaminoto, tokoh besar pergerakan nasional. Kek Suro wafat di Yogyakarta setelah menjadi penasehat spiritual Bung Karno pada masa revolusi fisik tahun 1946 hingga 1949, saat Presiden Soekarno berdinas di Istana Yogyakarta.
Cak Arif berharap temuan sejarah ini dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat luas tentang sejarah kelahiran Bung Karno.
"Kami berharap narasi sejarah ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa Bung Karno memang lahir pada tanggal 6 Juni 1902 di Ploso, yang kini masuk wilayah Kabupaten Jombang," pungkas Cak Arif.
Dengan terungkapnya sosok Kek Suro sebagai saksi kelahiran, Kabupaten Jombang semakin memiliki jejak sejarah yang kuat terkait lahirnya Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno. (san)
What's Your Reaction?



