Tawuran Antar Desa Saat Patroli Sahur di Panceng Gresik, Dua Pemuda Disabet Pedang

27 Feb 2026 - 15:59
Tawuran Antar Desa Saat Patroli Sahur di Panceng Gresik, Dua Pemuda Disabet Pedang
Suasana patroli sahur pemuda desa Campurejo Panceng Gresik yang berubah menjadi tragedi berdarah. (Istimewa/afederasi.com)
Tawuran Antar Desa Saat Patroli Sahur di Panceng Gresik, Dua Pemuda Disabet Pedang

Gresik, (afederasi.com) - Patroli sahur para pemuda di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, berujung tragedi berdarah akibat tawuran antar desa. Dua orang dilaporkan mengalami luka bacok dan harus mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa terjadi pada Jumat (27/02/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Rombongan pemuda Desa Campurejo yang tengah melakukan patroli sahur berpapasan dengan pemuda Desa Banyutengah di depan sebuah tempat biliar dan kafe di wilayah Desa Campurejo.

Awalnya, kedua kelompok terlibat aksi saling lempar bom air. Situasi memanas setelah terjadi adu mulut. Pemuda Desa Campurejo sempat mundur meninggalkan lokasi.

Namun, kelompok pemuda Desa Banyutengah diduga tidak terima dan mendatangi kembali rombongan tersebut hingga pecah tawuran.

Di tengah kericuhan, salah satu pemuda Desa Banyutengah diduga mengeluarkan senjata tajam dan membacok dua pemuda Desa Campurejo.

Akibatnya, Moh. Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24) mengalami luka bacok. Wahyu Agung Pratama dilarikan ke RS Ibnu Sina karena mengalami luka di bagian perut. Sementara Moh. Ruhul Madani menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Kapolsek Panceng AKP Khoirul Alam membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Gresik untuk penanganan lebih lanjut.

“Kasus ini sudah kami limpahkan ke Polres Gresik,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari korban dan tengah melakukan penyelidikan.

“Benar, korban sudah membuat laporan,” kata AKP Arya.

AKP Arya menambahkan, saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi serta mendalami lokasi kejadian.

“Masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Beri waktu kita 3 hari,” tandasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak melakukan aksi yang dapat memicu konflik, terlebih di bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif serta menjaga kondusivitas lingkungan.

“Kalau melihat kejadian tawuran atau lainnya, kami menghimbau sebelum terjadi bisa menghubungi 110 atau Lapor Pak Kapolres Cak Rama,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow