Sumur Warga Mriyunan Gresik Diduga Tercemar Limbah PT MBS, Air Menghitam dan Bau Menyengat

26 Feb 2026 - 15:59
Sumur Warga Mriyunan Gresik Diduga Tercemar Limbah PT MBS, Air Menghitam dan Bau Menyengat
Air Sumur warga Mriyunan Kecamatan Sidayu Gresik berwarna hitam dan baunya menyengat diduga tercemar aktivitas pengolahan ikan PT MBS (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Warga Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, mengeluhkan dugaan pencemaran sumur akibat aktivitas pengolahan ikan milik PT Mekar Berseru Sempurna (MBS). Air sumur dilaporkan berubah warna menjadi kehitaman dan menimbulkan bau menyengat, sehingga warga meminta perusahaan bertanggung jawab.

Keresahan itu mencuat setelah sebuah video berdurasi 12 detik diunggah akun TikTok @khanzakomestik.official pada Rabu (25/02/2026). Video yang telah ditonton lebih dari 58 ribu kali tersebut memperlihatkan kondisi air sumur yang berubah warna drastis.

“Inilah bukti yang nyata kalau benar-benar air sumur kami tercemar karena limbah pabrik,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Mriyunan, Sujari, langsung mengambil langkah mediasi dengan pihak-pihak terkait. Ia membenarkan adanya laporan warga terkait dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan tersebut.

“Tadi saya panggil ke kantor satu orang yang sebelumnya tidak hadir mediasi, alhamdulillah sudah bisa menerima,” ujar Sujari, Kamis (26/02/2026).

Sebagai solusi sementara, pemerintah desa telah menyediakan akses air bersih melalui pemasangan jaringan PDAM desa bagi warga terdampak.

“Untuk air saat ini sudah dipasang PDAM desa,” tambahnya.

Sujari juga menjelaskan bahwa saat ini aktivitas pengolahan ikan di lokasi Desa Mriyunan sudah dihentikan. Produksi dipindahkan ke wilayah Ujungpangkah sembari menunggu pembangunan pabrik baru di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu.

“Pengolahan ikan sudah dilakukan di Ujungpangkah sambil menunggu pembangunan pabrik di Desa Purwodadi Sidayu. Untuk yang di sini tinggal packing saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Mriyunan telah memfasilitasi mediasi antara warga dan manajemen PT MBS pada awal Februari 2026 guna mencari solusi permanen atas dugaan pencemaran limbah yang meresahkan masyarakat.

Warga berharap ada langkah konkret dan jangka panjang dari perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang serta kualitas lingkungan di sekitar permukiman tetap terjaga.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow