31 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Lamongan Terendam Banjir

13 Jan 2026 - 19:17
31 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Lamongan Terendam Banjir
Kondisi Lahan Pertanian di Lamongan Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) - Banjir luapan Bengawan Jero yang melanda Lamongan sejak akhir 2025 hingga awal Januari 2026 telah berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, tercatat lebih dari 31.000 hektare lahan sawah dan tambak di lima kecamatan terendam banjir.

Lima kecamatan yang terdampak meliputi Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, dan Glagah. Dari keseluruhan wilayah tersebut, Kecamatan Kalitengah menjadi daerah dengan luasan sawah dan tambak terendam paling besar, mencapai sekitar 14.931 hektare. Lahan yang terdampak tersebar di sejumlah desa, dengan luasan terbesar berada di Desa Pucangro, Bojoasri, dan Jelakcatur.

Sementara itu, Kecamatan Deket mencatatkan luasan lahan sawah dan tambak terendam sekitar 7.190 hektare, disertai estimasi kerugian yang cukup tinggi mencapai Rp3,4 miliar. Desa Weduni, Sidomulyo, dan Laladan menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan sebagian besar lahan merupakan sawah produktif.

Di Kecamatan Turi, banjir merendam sekitar 6.270 hektare sawah dan tambak, terutama di Desa Putatkumpul dan Kepudibener yang dikenal sebagai sentra pertanian dan tambak rakyat. Adapun Kecamatan Karangbinangun mencatatkan lahan terendam seluas kurang lebih 2.951 hektare, sedangkan Kecamatan Glagah menjadi wilayah dengan dampak paling kecil, yakni sekitar 137 hektare.

BPBD Lamongan menyebutkan, lamanya genangan air yang terjadi di sejumlah wilayah berpotensi menyebabkan gagal panen, kerusakan lahan pertanian, serta menurunnya produktivitas tambak warga. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lamongan, Moch. Na'im, mengungkapkan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Pemkab Lamongan, kata Naim, terus berupaya mengurangi genangan banjir akibat luapan Bengawan Jero ini. "Upaya penanganan juga terus kami lakukan. Terutama mengurangi genangan dengan mengoptimalkan pompa air di Kuro dan beberapa titik lain," kata Na'im, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, sejumlah bantuan juga mulai didistribusikan. Termasuk perahu karet, sebagai sarana transportasi sementara bagi siswa menuju ke sekolah. Sebab, genangan air di sejumlah titik cukup tinggi.

"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menyediakan bantuan perahu bagi para siswa di titik-titik tertentu, agar mereka tetap bisa menjangkau sekolah," ungkap Na’im. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow