Bantuan Traktor dan Rotavator Dukung Pola Tanam 1300 Hektare
Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melakukan terobosan signifikan dengan meresmikan tahap awal mekanisasi pertanian di Kecamatan Kesamben. Enam kelompok Brigade Pangan setempat secara resmi menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung penguatan ketahanan pangan dan optimalisasi pengolahan lahan.
Penyerahan bantuan berupa traktor roda empat dan rotavator dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Kesamben pada Desember 2025 lalu. Setiap kelompok mendapatkan satu unit traktor dan satu unit rotavator yang langsung dialokasikan untuk menunjang kegiatan pengolahan lahan pertanian di wilayahnya.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kesamben, M. Anas, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan langkah awal. “Bantuan tersebut masih bersifat awal dan akan dilanjutkan dengan pengiriman alat pertanian lainnya,” terangnya, Senin (12/01/2026).
Bantuan ini secara strategis menyasar penguatan program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan pola tanam padi-padi-jagung di Kesamben yang mencapai luas 1.300 hektare. Program OPLAH sendiri bertujuan meningkatkan intensitas tanam padi menjadi dua kali dalam setahun.
“Dari sisi OPLAH 1300 hektar, dengan adanya alsintan ini lahan bisa dikelola dengan baik, apalagi dengan kondisi kemarau basah, petani sangat terbantu,” jelas Anas.
Selain untuk optimalisasi lahan, dukungan juga diberikan dalam bentuk sarana produksi seperti benih, pupuk, fungisida, serta pendanaan pengolahan lahan yang akan dikerjakan oleh Brigade Pangan.
Anas juga membeberkan capaian konkret program OPLAH, dimana pada 2024 telah berhasil di Jombatan seluas 200 hektar, dan pada 2025 bertambah signifikan menjadi 986 hektar yang tersebar di 14 kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kesamben.
Sebagai contoh, di Desa Pojokulon, optimalisasi lahan mencapai 161 hektar yang didukung pembangunan infrastruktur seperti 6 unit sumur sedalam (Sibel). Secara total, di tingkat kecamatan telah dibangun 43 titik sumur Sibel.
Menurut Anas, pembentukan Brigade Pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Di Kabupaten Jombang, terdapat 17 kelompok Brigade Pangan yang dibentuk untuk mendukung percepatan peningkatan produksi pertanian.
Dari jumlah tersebut, enam kelompok berada di Kecamatan Kesamben. Secara keseluruhan, Kabupaten Jombang menargetkan optimalisasi lahan pertanian atau oplah seluas 3.000 hektar, dengan sekitar 1.000 hektar di antaranya berada di wilayah Kecamatan Kesamben.
Keenam Brigade Pangan yang menjadi penerima manfaat utama tersebar di enam lokasi di Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.
Ke depan, rencana penyaluran bantuan alsintan masih akan berlanjut. “Sasaran kegiatan mereka adalah 12 traktor roda empat, 6 rotavator, 6 drone, 1 combine harvester, dan 1 hand tractor. Rencananya semua akan dapat,” tambah Anas.
Di balik tujuan meningkatkan produktivitas, program ini memiliki misi jangka panjang yang krusial: regenerasi petani. “Harapan dari Brigade Pangan adalah ada regenerasi dari petani. Bagaimana caranya agar petani muda mau terjun ke dunia pertanian,” pungkas Anas.
Dengan adanya alsintan modern, diharapkan pertanian menjadi lebih efisien dan menarik bagi generasi muda Jombang, menjamin sustainability sektor pangan ke depannya.(san)
What's Your Reaction?


