Refleksi Awal Tahun, PSIB UMM Bahas Langkah Konkret Menuju Indonesia Emas 2045

13 Jan 2026 - 15:01
Refleksi Awal Tahun,  PSIB UMM  Bahas Langkah Konkret Menuju Indonesia Emas 2045
Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pun menggelar forum refleksi dengan menghadirkan Wali Kota Batu, Nurochman, dan sejumlah pakar, Senin (12/01/2026). (Foto: Istimewa)

Malang, (afederasi.com) – Percepatan transformasi di berbagai sektor dinilai kunci mencapai visi Indonesia Emas 2045. Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pun menggelar forum refleksi dengan menghadirkan Wali Kota Batu, Nurochman, dan sejumlah pakar, Senin (12/01/2026).

Kegiatan bertema “Mempercepat Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045” ini bertujuan meninjau capaian dan merumuskan langkah strategis, khususnya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekonomi.

Kepala PSIB UMM, Prof. Gonda Yumitro, Ph.D., dalam sambutannya menekankan peran vital akademisi. “Indonesia Emas 2045 bukan hanya slogan. Ini visi yang butuh keterlibatan semua pihak, terutama dalam membangun SDM unggul. Refleksi di awal tahun ini kami lakukan untuk menawarkan inovasi sejak dini,” jelas Gonda.

Sebagai keynote speaker, Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., menyoroti peran pemerintah daerah. Ia menegaskan pentingnya mengawali transformasi dengan menjunjung nilai lokal yang selaras dengan visi nasional.

“Kami punya program SAE Ning Mbatu yang berfokus pada keunggulan lokal seperti pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, dan smart city untuk mendukung RPJPN,” papar Nurochman.

Lebih lanjut, untuk menyiapkan generasi emas, Pemkot Batu fokus pada pembangunan SDM. “Kami memiliki program 1.000 Sarjana. Di 2025 saja, telah diberikan beasiswa kepada 273 mahasiswa,” imbuhnya.

Pemateri lainnya, Luthfi J Kurniawan, membahas transformasi kepemimpinan. Ia mengingatkan, bonus demografi bisa menjadi ancaman jika tidak dipersiapkan dengan matang.

“Jika pendidikan dan kesehatan tidak diurus baik, ini akan mengancam pembangunan. Tantangannya adalah meningkatkan produktivitas SDM dan reformasi struktural,” ujar Luthfi.

Sementara itu, Abdus Salam, pakar sosiologi politik UMM, mengangkat isu kemiskinan struktural sebagai tantangan nyata. Menurutnya, masalah ini muncul dalam berbagai bentuk.

“Mulai dari kemiskinan agraris, pekerja dengan upah rendah karena struktur industri marginal, kemiskinan urban, hingga kemiskinan regional akibat isolasi daerah terpencil,” jelas Abdus Salam.

Muhammad Mirdasy, S.IP. menambahkan, kajian Islam multidisiplin diperlukan untuk menjawab kompleksitas tantangan zaman ini, dengan Islam berkemajuan sebagai landasan etis.

Moderator acara, Diki Wahyudi, S.Sos., M.IP., menyimpulkan bahwa pembahasan terpusat pada isu SDM dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Percepatan transformasi menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Kolaborasi adalah kuncinya,” tegas Diki.

Acara yang digelar di Rumah Baca Cerdas Institute Abdul Malik Fadjar UMM ini diharapkan melahirkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing global pada 2045.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow