Situbondo Dikepung Banjir Bandang, Bupati Rio Tetapkan Status Tanggap Darurat
Langkah ini diambil setelah dampak kerusakan terpantau jauh lebih masif dibandingkan musibah serupa yang terjadi pada akhir Januari lalu.
Situbondo, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Situbondo resmi menetapkan status Tanggap Darurat menyusul bencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (7/3/2026). Langkah ini diambil setelah dampak kerusakan terpantau jauh lebih masif dibandingkan musibah serupa yang terjadi pada akhir Januari lalu.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengungkapkan bahwa keputusan menaikkan status kebencanaan ini didasari oleh hasil observasi langsung di titik-titik terdampak. Menurutnya, terjangan arus air kali ini membawa daya rusak yang lebih besar terhadap infrastruktur dan pemukiman warga.
"Dampaknya memang lebih besar dari kejadian 21 Januari kemarin," ujar Bupati Rio saat meninjau lokasi terdampak, Senin (9/3/2026).
Ironisnya, bencana susulan ini terjadi saat pemerintah daerah baru saja menyiapkan langkah pemulihan untuk bencana sebelumnya. Kondisi ini memaksa pemerintah untuk merombak prioritas penanganan guna mengutamakan keselamatan warga dan pemenuhan logistik dasar.
"Proses rekonstruksi pasca-banjir sebelumnya belum sempat dimulai, tapi sekarang sudah dihantam lagi," imbuhnya dengan nada prihatin.
Berdasarkan data sementara, banjir bandang ini melumpuhkan sedikitnya enam kecamatan, yakni Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit. Ribuan rumah dilaporkan terendam lumpur pekat dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Arus yang deras juga memicu tumbangnya pepohonan serta merobohkan pagar-pagar rumah penduduk.
Sebagai respons cepat, Pemkab Situbondo telah menginstruksikan pendirian dapur umum di titik-titik strategis. Langkah darurat ini dianggap krusial mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan membayangi wilayah Situbondo dalam beberapa hari ke depan, termasuk ancaman fenomena puting beliung.
Bupati Rio pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang fluktuatif. Ia mengisyaratkan bahwa durasi cuaca ekstrem kali ini kemungkinan besar akan melampaui prediksi awal dari otoritas terkait.
"Dugaan saya bisa lebih lama dari tanggal 10 Maret," tegas Rio.
Hingga saat ini, tim gabungan dari berbagai instansi masih terus berjibaku di lapangan untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material lumpur. Pendataan kerugian material secara rinci terus dilakukan sembari menyalurkan bantuan darurat bagi ribuan warga yang kini kehilangan tempat tinggal sementara.(vya/dn)
What's Your Reaction?



