Serangan Brutal Gengster Remaja Bersajam, Satu Warga Luka Bacok
Gresik, (afederasi.com) - Aksi kriminal brutal menyerupai teror jalanan mengguncang wilayah Gresik Utara. Puluhan remaja bersenjata tajam mengamuk dan menyerang warga secara acak di dua lokasi berbeda, yakni Desa Lowayu, Kecamatan Dukun dan Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, pada dini hari.
Serangan beruntun ini tidak hanya melukai korban, tetapi juga memicu keresahan dan ketakutan warga karena terjadi secara cepat, brutal, dan tanpa motif yang jelas.
Aksi pertama terjadi di kawasan Desa Lowayu, Kecamatan Dukun. Seorang pria asal Kabupaten Lamongan menjadi korban pengeroyokan mendadak saat sedang makan di sebuah warung. Tanpa diduga, korban diserang oleh gerombolan remaja dan mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian perut.
“Kejadiannya sekitar setengah dua dini hari. Korban luka langsung dilarikan ke Puskesmas Dukun untuk mendapatkan perawatan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Dukun, Aiptu M. Maksum, Senin (05/01/2026)
Usai beraksi di Lowayu, gerombolan remaja tersebut bergerak ke arah utara menuju Desa Ketanen, Kecamatan Panceng. Berdasarkan rekaman CCTV sekitar pukul 01.43 WIB, massa terlihat merangsek masuk ke sebuah rumah warga sambil melempar batu dan membuat suasana semakin mencekam.
Seorang remaja bernama Ahmad Zaki Syarifuddin yang berada di lokasi ditarik paksa keluar dari rumah dan dikeroyok oleh puluhan pelaku.
Akibatnya, korban mengalami luka di sekujur tubuh, termasuk luka serius di bagian kepala. Tak hanya melakukan penganiayaan, para pelaku juga menggondol tiga unit handphone yang berada di lokasi kejadian.
Kapolsek Panceng AKP Khairul Alam membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, berdasarkan informasi awal, korban saat itu sedang mengecat rumah bersama teman-temannya sebelum tiba-tiba diserang sekelompok remaja yang datang berboncengan sepeda motor dari arah selatan.
“Info awal, korban sedang ngecat rumah bersama temannya, lalu diserang sekelompok muda-mudi yang menggunakan sepeda motor,” kata AKP Khairul.
Aksi anarkis yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial ini langsung mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian. Hingga kini, petugas masih melakukan penyelidikan intensif serta pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan pihaknya memberikan atensi khusus terhadap kasus kekerasan tersebut guna memulihkan rasa aman masyarakat.
“Kami atensi kasus ini,” tegas AKBP Rovan. (frd)
What's Your Reaction?



