RSUD Ploso Gelar Operasi Katarak Gratis 80 Pasien

25 May 2026 - 08:31
RSUD Ploso Gelar Operasi Katarak Gratis 80  Pasien
Pasien yang sudah melakukan operasi katarak di RSUD Ploso Jombang, Sabtu (23/05/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Senyuman bahagia dan binar harapan kembali terpancar dari wajah puluhan warga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.Sebanyak 80 pasien kini bersiap menyongsong hari esok dengan pandangan yang jauh lebih jernih. Mereka adalah peserta program Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis yang digelar pada Sabtu (23/5/2026).

Aksi kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara RSUD Ploso dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Timur. Mengambil momentum peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI), gerakan sosial ini juga didukung penuh oleh Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV dan Indosiar sebagai donatur utama.

Keberhasilan operasi massal ini tidak datang begitu saja. Guna memastikan keamanan dan hasil optimal, seluruh pasien telah melewati proses skrining medis sangat ketat sejak 9 Mei 2026 lalu. Berkat persiapan matang tersebut, tim medis berhasil mengoperasi 80 pasien—baik dari dalam maupun luar Kabupaten Jombang—dengan aman dan lancar.

Menariknya, tingginya biaya operasi katarak mandiri membuat momentum gratis ini juga dimanfaatkan oleh warga dari kabupaten tetangga yang rela datang demi kesembuhan mata mereka.

Komitmen RSUD Ploso: Kembali Produktif Tanpa Beban Keluarga
Direktur RSUD Ploso, dr. Muhammad Vidya Buana, M.H. , mengungkapkan rasa syukur mendalam atas keberhasilan kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis adalah wujud kepedulian bersama bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama terkait masalah kebutaan akibat katarak.

“Harapan kami, kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik terus ditingkatkan sehingga lebih banyak lagi masyarakat menerima manfaat dari kegiatan yang bagus ini. Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen RSUD Ploso untuk hadir di tengah masyarakat. Kami berharap, dengan penglihatan yang kembali jernih, para pasien dapat kembali produktif dan beraktivitas dengan mandiri,” ujar dr. Vidya.

Angka Kebutaan Jatim Tertinggi di Indonesia, Operasi Katarak Jadi Solusi
Apresiasi mendalam juga datang dari Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PERDAMI, dr. H. Muhammad Sjarifudhin, Sp.M., M.MR., M.HKes., CMC. Beliau menekankan pentingnya penanganan dini katarak untuk menekan angka avoidable blindness (kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah) di Indonesia.

“Menangani 80 pasien dari Jombang hingga luar kota bukanlah hal mudah. Namun dengan sinergi kuat antara tim medis, RSUD Ploso, dan YPP SCTV-Indosiar, Alhamdulillah semuanya berjalan sukses. Ini adalah hadiah terindah di Hari Bakti Dokter Indonesia,” ungkap dr. Sjarifudhin.

Ia juga memaparkan data mengejutkan: “Berdasarkan data rapid di Indonesia secara nasional, angka katarak mencapai 3%, sedangkan Jawa Timur malah lebih tinggi, yaitu 4,2%. Itu tertinggi se-Indonesia. Operasi katarak adalah tindakan yang dapat benar-benar mengubah penglihatan seseorang dari tidak bisa melihat hingga melihat.

Ini kebutaan yang reversible (bisa dikembalikan), bukan irreversible. Manfaatnya bagi masyarakat sangat besar: menambah produktivitas dan meringankan beban keluarga yang selama ini harus membantu penderita katarak tebal atau sudah matur (matang).” terangnya.

Ia berharap kegiatan ini bisa terus berkesinambungan. “Kami berharap YPP SCTV beserta para donatur bisa terus memberikan donasi kepada kami, sehingga masyarakat bisa terbantu untuk melihat dunia lebih berwarna,” pungkasnya.

Pasca operasi, perjuangan para pasien belum usai. Saat ini mereka tengah memasuki masa pemulihan. Tim medis RSUD Ploso berkomitmen untuk terus memantau kondisi perkembangan mata para pasien secara berkala, guna memastikan proses penyembuhan berjalan dengan sempurna.

Dengan adanya program Operasi Katarak Gratis di Jombang ini, diharapkan angka penderita katarak di Jawa Timur yang tertinggi se-Indonesia dapat segera ditekan, dan masyarakat ekonomi kurang mampu pun bisa menikmati dunia yang lebih cerah. (san)


,

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow