Ratusan Remaja di Tulungagung Terinfeksi HIV/AIDS, KPA Gencarkan Edukasi
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung mencatat 630 remaja terinfeksi HIV/AIDS. Upaya pencegahan dan edukasi terus digencarkan, termasuk melalui program sekolah.
Tulungagung, (afederasi.com) – Angka kasus HIV/AIDS di kalangan remaja Kabupaten Tulungagung menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung mencatat, terdapat 630 remaja yang terinfeksi virus tersebut.
Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania, mengungkapkan total akumulasi kasus HIV/AIDS di wilayahnya mencapai 4.540 orang. Dari angka tersebut, kelompok remaja dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun menyumbang 630 kasus.
"Kondisi ini menjadi perhatian serius. Kami harus melakukan langkah pencegahan masif melalui edukasi kepada generasi muda," ujar Ifada saat memberikan sosialisasi di SMKN 1 Boyolangu, Selasa (14/7/2026).
Menurut Ifada, edukasi dini sangat krusial, terutama mengenai bahaya seks bebas dan menjaga privasi tubuh. Ia menilai, paparan konten di media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk pola pikir remaja.
"Jika tidak ada edukasi penyeimbang, remaja berisiko menganggap perilaku negatif yang tampil di media sosial sebagai hal yang normal. Edukasi ini menjadi filter bagi mereka," tegasnya.
Sebagai langkah konkret, KPA Tulungagung memanfaatkan momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk masuk ke sekolah-sekolah. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mendalam tentang HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, hingga pentingnya kontrol diri.
Staf Kesiswaan SMKN 1 Boyolangu, Baskoro, menyambut positif kolaborasi tersebut. Pihak sekolah berkomitmen menjadikan edukasi ini sebagai bagian dari upaya deteksi dini bagi siswa.
"Kami rutin mengundang KPA untuk memberikan pemahaman mengenai masalah remaja, khususnya bahaya HIV/AIDS. Ini adalah bentuk perlindungan sekolah terhadap masa depan siswa," tutur Baskoro.(dn)
What's Your Reaction?

