Ratusan Remaja di Tulungagung Terinfeksi HIV/AIDS, KPA Gencarkan Edukasi

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung mencatat 630 remaja terinfeksi HIV/AIDS. Upaya pencegahan dan edukasi terus digencarkan, termasuk melalui program sekolah.

14 Jul 2026 - 15:33
Ratusan Remaja di Tulungagung Terinfeksi HIV/AIDS, KPA Gencarkan Edukasi
Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Angka kasus HIV/AIDS di kalangan remaja Kabupaten Tulungagung menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung mencatat, terdapat 630 remaja yang terinfeksi virus tersebut.

​Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania, mengungkapkan total akumulasi kasus HIV/AIDS di wilayahnya mencapai 4.540 orang. Dari angka tersebut, kelompok remaja dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun menyumbang 630 kasus.

​"Kondisi ini menjadi perhatian serius. Kami harus melakukan langkah pencegahan masif melalui edukasi kepada generasi muda," ujar Ifada saat memberikan sosialisasi di SMKN 1 Boyolangu, Selasa (14/7/2026).

​Menurut Ifada, edukasi dini sangat krusial, terutama mengenai bahaya seks bebas dan menjaga privasi tubuh. Ia menilai, paparan konten di media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk pola pikir remaja.

​"Jika tidak ada edukasi penyeimbang, remaja berisiko menganggap perilaku negatif yang tampil di media sosial sebagai hal yang normal. Edukasi ini menjadi filter bagi mereka," tegasnya.

​Sebagai langkah konkret, KPA Tulungagung memanfaatkan momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk masuk ke sekolah-sekolah. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mendalam tentang HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, hingga pentingnya kontrol diri.

​Staf Kesiswaan SMKN 1 Boyolangu, Baskoro, menyambut positif kolaborasi tersebut. Pihak sekolah berkomitmen menjadikan edukasi ini sebagai bagian dari upaya deteksi dini bagi siswa.

​"Kami rutin mengundang KPA untuk memberikan pemahaman mengenai masalah remaja, khususnya bahaya HIV/AIDS. Ini adalah bentuk perlindungan sekolah terhadap masa depan siswa," tutur Baskoro.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow