Siaga 24 Jam! RSUD Jombang Tambah Kapasitas Tempat Tidur, Antisipasi Lonjakan Pasien Kecelakaan Mudik Lebaran 2026
Jombang, (afederasi.com) – Menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H/2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan optimal dengan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam. Berbagai langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penambahan kapasitas tempat tidur, kesiapan ruang operasi, hingga penataan jadwal tenaga medis guna mengantisipasi potensi lonjakan pasien, khususnya akibat kecelakaan lalu lintas.
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP, menjelaskan bahwa meningkatnya arus kendaraan saat Lebaran biasanya berbanding lurus dengan risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pihak rumah sakit telah melakukan penguatan sistem pelayanan, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan penunjang bedah.
“Lebaran identik dengan arus lalu lintas yang padat sehingga potensi kecelakaan meningkat. Karena itu kami menyiapkan seluruh lini pelayanan, mulai dari IGD, ruang operasi, hingga kesiapan dokter spesialis seperti bedah saraf dan ortopedi. Pasien dengan cedera kepala yang membutuhkan operasi segera juga sudah kami antisipasi dengan kesiapan tim medis dan fasilitas yang ada,” jelasnya, Jumat (13/3/2026).
Selain potensi kecelakaan, RSUD Jombang juga mengantisipasi munculnya penyakit yang sering terjadi saat momen Lebaran. Pola konsumsi makanan yang beragam dan kondisi cuaca yang masih ekstrem berpotensi memicu gangguan kesehatan seperti diare akut dan pneumonia.
“Pada masa Lebaran sering terjadi peningkatan kasus diare karena pola makan yang berubah. Untuk itu kami sudah menyiapkan cairan rehidrasi serta ruang perawatan bagi pasien dengan dehidrasi. Di sisi lain, kondisi cuaca yang tidak menentu juga membuat pneumonia masih menjadi perhatian, sehingga tenaga medis serta fasilitas penunjang juga kami siapkan secara maksimal,” tambahnya.
Kesiapan pelayanan juga diperkuat dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai. RSUD Jombang memiliki sekitar 650 perawat yang tersebar di berbagai unit layanan, didukung oleh 64 dokter spesialis, serta sekitar 25 dokter umum, yang telah dijadwalkan untuk tetap siaga selama periode libur Lebaran.
Sistem pelayanan juga diperkuat dengan mekanisme on call 24 jam bagi tenaga medis. Pada hari-hari tertentu, terutama saat cuti bersama, dokter tetap diwajibkan hadir di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan pasien di IGD, ruang rawat inap, hingga ICU Central, termasuk apabila diperlukan tindakan operatif.
“Jadwal jaga sudah kami atur sedemikian rupa. Walaupun ada hari libur, sistem on call tetap berlaku sehingga dokter harus siap dihubungi selama 24 jam. Pada hari tertentu mereka juga wajib hadir di rumah sakit untuk memastikan pelayanan berjalan baik. Kepatuhan tenaga medis sangat tinggi karena tujuan utama kami adalah menyelamatkan masyarakat Jombang dan juga masyarakat yang melintas di wilayah ini,” tegas dr. Pudji.
Di Instalasi Gawat Darurat, RSUD Jombang menyiagakan 5 dokter pada shift pagi, serta 4 dokter pada shift sore dan malam, sehingga pelayanan kegawatdaruratan tetap dapat ditangani dengan cepat dan optimal.
Kesiapan tersebut juga didukung fasilitas transportasi medis yang memadai. RSUD Jombang menyiagakan 9 unit ambulans, yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk penanganan darurat maupun rujukan pasien. Selain itu, rumah sakit juga menyiapkan 3 unit mobil jenazah, untuk menghadapi kemungkinan kondisi darurat yang tidak diharapkan.
“Kami tentu tidak berharap masyarakat mengalami kondisi yang buruk, tetapi rumah sakit harus tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan. Karena itu ambulans dan mobil jenazah kami siagakan agar pelayanan dapat berjalan cepat dan tertata,” ujarnya.
Di bidang pelayanan bedah, RSUD Jombang telah menyiapkan tiga ruang operasi, yang siap digunakan kapan saja. Tim medis juga menerapkan *sistem skoring kegawatan pasien (P1, P2, dan P3)* untuk menentukan prioritas tindakan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan pasien.
Dengan sistem tersebut, pasien yang membutuhkan tindakan segera dapat langsung ditangani tanpa penundaan, sementara fasilitas medis seperti monitor dan peralatan penunjang di IGD juga telah dipersiapkan secara lengkap.
“Kami menyiapkan dokter sesuai kategori kegawatan P1, P2, dan P3. Seluruh alat bantu juga sudah disiapkan, baik di IGD maupun di ruang operasi. Ada tiga ruang operasi yang siap digunakan kapan saja untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal,” pungkasnya.
Melalui kesiapan sumber daya manusia, fasilitas medis, serta sistem pelayanan yang terkoordinasi, RSUD Jombang menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan kesehatan yang profesional dan responsif selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjalani perjalanan dan merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang karena dukungan layanan kesehatan yang siap siaga.(san)
What's Your Reaction?



