Debit Bengawan Solo di Lamongan Melandai, Pintu Air Kuro Kembali Dibuka
"Semoga dengan curah hujan yang menurun di area hulu dan tinggi air Bengawan Solo yang juga mulai menurun, bisa dilakukan bukaan pada Pintu Kuro sampai dengan banjir di wilayah Bengawan Njero bisa surut," ujar Erwin saat dikonfirmasi afederasi.com, Jumat (13/3/2026) siang.
Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) mengambil langkah dengan membuka Pintu Air Kuro, pada Jumat (13/3/2026). Keputusan ini diambil menyusul mulai melandainya Tinggi Mata Air (TMA) di aliran hulu Bengawan Solo yang memberikan celah untuk membuang genangan air di kawasan Bengawan Jero.
Berdasarkan monitoring teknis pada pukul 07.00 WIB, elevasi di Dam Kuro menunjukkan angka Tahan Luar (TL) sebesar +0.27 dan level Dalam sebesar +0.31. Selisih ini memungkinkan air dari sisi dalam mengalir keluar setelah pintu dibuka.
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca dan penurunan debit di hulu menjadi momentum kunci untuk melakukan tindakan ini.
"Semoga dengan curah hujan yang menurun di area hulu dan tinggi air Bengawan Solo yang juga mulai menurun, bisa dilakukan bukaan pada Pintu Kuro sampai dengan banjir di wilayah Bengawan Njero bisa surut," ujar Erwin saat dikonfirmasi afederasi.com, Jumat (13/3/2026) siang.
Data pendukung di titik pantau lainnya menunjukkan tren stabilisasi, di mana TMA Karangnongko berada di posisi +23.00 dan Karanggeneng pada level +01.95. Sementara itu, elevasi di Kali Blawi tercatat di angka +0.75.
Langkah membuka Pintu Kuro ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mempercepat penurunan debit air yang merendam permukiman dan lahan pertanian warga di kawasan Bengawan Jero. Dengan dibukanya pintu air ini, beban genangan di sisi dalam diharapkan berkurang secara signifikan dalam beberapa waktu ke depan.
"Harapannya, dengan skema tersebut, banjir di wilayah Bengawan Jero bisa segera surut dan aktivitas warga kembali normal," pungkas Erwin.
Petugas teknis di lapangan kini terus bersiaga melakukan pengawasan ketat terhadap arus air pasca-pembukaan pintu, sembari terus memantau prakiraan cuaca di wilayah hulu guna memastikan keamanan infrastruktur pengairan di Lamongan. (yan)
What's Your Reaction?



