Imbas Banjir, Penjualan Jajanan Lebaran di Pasar Baru Lamongan Anjlok

"Untuk tahun ini kelihatannya turun drastis. Mungkin karena dampak dari daerah-daerah yang banyak kebanjiran, jadi pembeli itu sangat berkurang banyak sekali," ujar Siti Maimunah saat ditemui di lapaknya, Jumat (13/3/2026).

13 Mar 2026 - 14:16
Imbas Banjir, Penjualan Jajanan Lebaran di Pasar Baru Lamongan Anjlok
Pedagang Jajanan Lebaran di Pasar Baru Kota Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya menjadi masa panen bagi para pedagang jajanan khas Lebaran. Namun, suasana berbeda dirasakan di pasar baru tahun ini. Para pedagang mengeluhkan penurunan omzet yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang, Siti Maimunah, mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat saat ini sedang mengalami kelesuan. Menurutnya, penurunan penjualan ini terasa sangat drastis meski Lebaran tinggal menghitung hari.

"Untuk tahun ini kelihatannya turun drastis. Mungkin karena dampak dari daerah-daerah yang banyak kebanjiran, jadi pembeli itu sangat berkurang banyak sekali," ujar Siti Maimunah saat ditemui di lapaknya, Jumat (13/3/2026).

Siti menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, lonjakan pembeli biasanya sudah terjadi sejak sepuluh hari pertama bulan Ramadan. Namun, hingga memasuki pekan terakhir puasa, aktivitas transaksi baru menunjukkan pergerakan kecil pada hari Minggu lalu.

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang sedang melemah, ditambah lagi dengan belum cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi sebagian pekerja yang berimbas pada minimnya stok barang di tingkat pedagang.

"Perekonomian rakyat ini sangat melemah. Banyak (pedagang) yang nggak berani stok barang karena situasinya sebelumnya sangat melemah. Ya mungkin kalau THR turun mungkin akan lebih bergerak lagi," tambahnya.

Kondisi ini memaksa para pedagang untuk memutar otak agar tidak mengalami kerugian total. Siti mengaku hanya berharap setidaknya modal bisa kembali meski keuntungan yang didapat tidak sesuai target awal.

Di sisi lain, meski ekonomi sedang sulit, tradisi silaturahmi tetap menjadi prioritas bagi sebagian warga. Saiful Bahri, salah seorang pembeli asal Dusun Getung, Kecamatan Turi, mengaku tetap menyisihkan uang untuk membeli jajanan demi menjaga tradisi sambang sanak saudara.

Meskipun daerah tempat tinggalnya turut terdampak banjir, Saiful bersyukur masih bisa berbelanja karena adanya pergerakan ekonomi dari industri rumahan di lingkungannya.

"Tahun ini sebenarnya sedikit ada penurunan karena ada banjir di sekitar rumah saya. Cuma alhamdulillah, saya memberdayakan warga sekitar ada industri rumahan songkok, jadi para pekerja insyaallah sedikit-sedikit masih bisa belanja," tutur Saiful.

Bagi Saiful, berbelanja di lapak Siti Maimunah sudah menjadi rutinitas tahunan setiap menjelang Idul Fitri sebagai persiapan untuk menyambut sanak famili maupun berkunjung ke rumah orang tua. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow