PMII Warning! Dinkes Pacitan Hati-hati Gunakan Anggaran

24 Apr 2026 - 08:14
PMII Warning! Dinkes Pacitan Hati-hati Gunakan Anggaran
Ketua PMII Pacitan, Sunardi ketika berorasi di Pacitan. (Feri I/AF)

Pacitan, (afederasi.com) – PMII Pacitan beri peringatan keras kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

Hal ini disampaikan menyusul besarnya belanja rapat dan transport yang mencapai ratusan juta rupiah dalam satu tahun anggaran 2026.

Ketua PMII Pacitan, Sunardi, menilai penggunaan anggaran tersebut harus benar-benar dikontrol dan dipastikan berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami mengingatkan agar penggunaan anggaran di Dinas Kesehatan benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai anggaran besar, tapi tidak berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, belanja kegiatan rapat di lingkungan Dinas Kesehatan Pacitan dalam satu tahun anggaran mencapai ratusan juta rupiah, dengan sejumlah paket kegiatan memiliki pagu hingga Rp432 juta, Rp145 juta, dan Rp115 juta.

Selain itu, dari data yang diunggah melalui sistem pengadaan secara elektronik (SPSE), juga tercatat anggaran transport dan perjalanan dinas di tingkat puskesmas dalam satu tahun mencapai puluhan juta rupiah, dengan nilai bervariasi mulai Rp30 juta, Rp41 juta, hingga Rp60 juta.

Sunardi menegaskan, besarnya anggaran tersebut seharusnya sejalan dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan yang dirasakan masyarakat.

“Kalau anggarannya besar, maka output-nya juga harus jelas. Jangan sampai hanya habis di kegiatan administratif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran, terutama yang bersumber dari dana publik seperti APBD, DAU, maupun Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

“Transparansi itu penting, supaya masyarakat tahu anggaran itu digunakan untuk apa saja,” lanjutnya.

Selain itu, PMII Pacitan juga meminta Dinas Kesehatan lebih responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan yang diterima.

Menurutnya, pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan.

“Jangan sampai anggaran rapat besar, tapi pelayanan ke masyarakat tidak maksimal,” ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia menilai penggunaan anggaran harus lebih selektif dan difokuskan pada kebutuhan yang benar-benar mendesak.

PMII Pacitan juga mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat, baik dari internal pemerintah maupun lembaga legislatif, agar penggunaan anggaran tidak melenceng dari tujuan awal.

“Jangan sampai anggaran yang besar ini justru tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan,” pungkasnya.(fer)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow