Pasca Viral, PLN UP3 Gresik Pastikan Pemindahan Trafo Masjid At-Taqwa Banyubang Lamongan Gratis
Siang ini kami menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat Desa Banyubang melalui tokoh masyarakat Pak Kaji Sholahuddin. Alhamdulillah langsung saya tindak lanjuti dengan cepat dan respon dari PLN ULP Sedayu Gresik sangat cepat dan tanggap," ujar Dirham.
Lamongan, (afederasi.com) – Polemik rencana pemindahan trafo dan tiang listrik di area Masjid At-Taqwa, Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Lamongan, akhirnya menemui titik terang. Pihak PLN menegaskan bahwa proses pemindahan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis, menggugurkan kabar simpang siur mengenai biaya Rp80 juta yang sempat mencuat. Selasa, (7/4/2026).
Kepastian ini didapat setelah dilakukan mediasi yang dihadiri oleh pihak PLN, pengurus takmir masjid, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Pemerintah Kota Surabaya.
Kehadiran Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dalam mediasi ini menjadi sorotan. Armuji menjelaskan bahwa kehadirannya berawal dari komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat saat ia sedang berkunjung ke daerah tersebut.
"Kedatangan saya itu bukan ujug-ujug ke masjid, enggak. Kedatangan saya itu diajak panen durian ke Pak Sholahuddin, terus disambati (dikeluh-kesahkan) masalah ada trafo yang di depannya masjid," terang Armuji.
Armuji kemudian menjembatani komunikasi antara warga dengan PLN dan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
"Karena ini satu jalur, ya sudah kita koordinasi saja. Coba kita sampaikan ke PLN, dan ternyata PLN sudah respon per hari ini pergeseran tiang itu sudah ada proses pemindahan. Yang penting clear dan gratis tis," tambahnya dengan nada lega.
Senada dengan Armuji, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyatakan dukungannya terhadap solusi cepat yang diambil oleh PLN. Ia menyebutkan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan aspirasi warga desa Banyubang terakomodasi dengan baik.
"Siang ini kami menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat Desa Banyubang melalui tokoh masyarakat Pak Kaji Sholahuddin. Alhamdulillah langsung saya tindak lanjuti dengan cepat dan respon dari PLN ULP Sedayu Gresik sangat cepat dan tanggap," ujar Dirham.
Dirham juga memastikan bahwa proses di lapangan sudah berjalan sesuai harapan masyarakat. "Per hari ini jam 7 pagi sudah dilakukan relokasi. Terima kasih banyak untuk seluruh pihak, Pak Wakil Wali Kota Surabaya, Pak Kaji Sol, dan terutama PLN. Semuanya sudah sesuai dengan harapan masyarakat," tegasnya.
Manajer PLN UP3 Gresik, Suhandopo, menegaskan kembali bahwa selama ini terjadi miskomunikasi. Ia menjamin PLN tidak pernah mengeluarkan tagihan resmi senilai Rp80 juta untuk pemindahan trafo di fasilitas umum seperti rumah ibadah.
"Miskomunikasi antara PLN dengan Takmir Masjid At-Taqwa. Intinya untuk kepentingan masyarakat umum, khususnya untuk rumah ibadah, tidak ada biaya sama sekali," kata Suhandopo.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Banyubang, Sholahuddin, menyambut baik hasil ini. "Yang selama ini ada miskomunikasi dan kebuntuan, sekarang sudah terjawab clear terang benderang. Terima kasih sudah diberi gratis, dari Rp80 juta jadi gratis. Alhamdulillah," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?



