Terekam CCTV, Pria Berkumis di Situbondo Diduga Lecehkan Perempuan Berhijab di Swalayan

Seorang pria berkumis terekam CCTV diduga melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan berhijab di sebuah swalayan di Situbondo. Korban berencana lapor polisi.

07 Apr 2026 - 04:39
Terekam CCTV, Pria Berkumis di Situbondo Diduga Lecehkan Perempuan Berhijab di Swalayan
Mahfud pengacara korban (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi dugaan pelecehan seksual di pusat perbelanjaan mendadak menjadi sorotan publik di Situbondo. Seorang pria paruh baya berkumis diduga sengaja melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang pengunjung perempuan berinisial LY (23) di Swalayan Royal Situbondo.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban yang merupakan warga Kecamatan Situbondo Kota sedang asyik memilih barang belanjaan. Dalam rekaman kamera pengawas, terlihat seorang pria mengenakan kaos merah dan topi hitam mendekati korban dari arah belakang sebelum akhirnya melakukan kontak fisik yang tidak diinginkan.

Kuasa hukum korban, Mahfud, mengungkapkan bahwa kliennya merasa sangat dilecehkan atas tindakan pria tersebut. Menurutnya, wajah terduga pelaku terlihat sangat jelas dalam rekaman CCTV dan diduga kuat merupakan warga lokal Situbondo.

“Terduga pelaku kemungkinan masih warga Situbondo. Untuk wajahnya sudah terlihat jelas dalam rekaman CCTV,” tegas Mahfud saat memberikan keterangan pada Selasa (7/4/2026).

Mahfud menekankan bahwa saat kejadian, kliennya berpakaian sangat sopan dengan mengenakan gamis longgar dan berhijab. Hal ini sekaligus menepis stigma negatif yang sering menyudutkan cara berpakaian korban dalam kasus pelecehan seksual.

“Klien saya memakai baju gamis, berhijab, dan pakaiannya longgar. Otomatis klien kami sangat tidak menerima dan menuntut pelaku meminta maaf secara terbuka,” tutur Mahfud.

Meski pelaku sempat melontarkan kata maaf sesaat setelah kejadian, namun sikapnya dinilai tidak tulus. Korban merasa tersinggung karena pelaku meminta maaf sambil tertawa dan berdalih bahwa tindakannya tersebut tidak disengaja, padahal rekaman CCTV menunjukkan indikasi kesengajaan.

“Saat meminta maaf dia dalam posisi ketawa-ketawa dan mengaku tidak sengaja. Padahal di CCTV terlihat dia sengaja mendekat ke belakang korban,” imbuhnya.

Pihak korban menegaskan tidak akan tinggal diam agar kejadian serupa tidak menimpa perempuan lain di tempat umum. Rencananya, kasus ini akan segera dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian setelah korban menyelesaikan urusan akademiknya di Jember.

“Kasus ini harus diungkap agar tidak menimpa orang lain. Kami pastikan akan segera melaporkan ini ke polisi,” pungkas Mahfud.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow