Pasang Spanduk Sindiran di Jalan Nasional Rusak Parah, Warga Manyar Gresik Desak BBPJN Segera Bertindak
Gresik, (afederasi.com) – Warga di Kabupaten Gresik ramai-ramai memasang spanduk berisi kalimat sindiran tajam di ruas jalan nasional sepanjang Kecamatan Manyar yang mengalami kerusakan parah. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena jalan utama yang menjadi akses mobilitas masyarakat tak kunjung diperbaiki, meski telah memakan korban.
Sejumlah spanduk protes terpampang di sepanjang titik jalan berlubang dengan kondisi aspal mengelupas dan lubang menganga. Tulisan bernada satire pun tampak mencolok, seperti “Hati-Hati, Anda Memasuki Jalur Pindah Alam” hingga “Jalan Diperbaiki, Tapi Bohong”.
Tak hanya memasang spanduk, warga juga menandai titik kerusakan menggunakan pilox warna putih serta menancapkan pohon pisang di tengah lubang sebagai penanda bahaya bagi pengendara.
Fajar Rubianto, warga Kecamatan Manyar, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus desakan agar pemerintah segera turun tangan.
“Aksi ini kami lakukan agar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan pemerintah segera melakukan perbaikan. Sudah banyak pengendara yang jatuh dan menjadi korban akibat kondisi jalan rusak,” ujar Fajar, Jumat (20/02/2026).
Fajar menyebut, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan tanpa penanganan signifikan. Kondisi semakin membahayakan saat musim hujan karena lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara, khususnya roda dua.
“Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir akan lebih banyak korban lagi,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Rofiq, warga lainnya. Ia menilai dinas terkait kurang serius menangani persoalan tersebut. Meski jalan nasional menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat melalui BBPJN, menurutnya pemerintah daerah tetap bisa mengambil langkah darurat.
“Setidaknya bisa dilakukan tambal sulam sementara sambil menunggu perbaikan total, terutama di titik yang paling parah dan sering terjadi kecelakaan,” ucapnya.
Menurut warga, pemasangan spanduk dan penanda darurat itu sekaligus menjadi peringatan dini bagi pengguna jalan agar lebih waspada, terutama pada malam hari dan saat hujan.
Mereka berharap perbaikan permanen segera direalisasikan, mengingat ruas tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas harian masyarakat Gresik.(frd)
What's Your Reaction?



