Nestapa Warga Lamongan Terdampak Banjir, Tiga Bulan Terendam Hanya Dapat Bantuan 3 Kg Beras

21 Feb 2026 - 04:24
Nestapa Warga Lamongan Terdampak Banjir, Tiga Bulan Terendam Hanya Dapat Bantuan 3 Kg Beras
Warga di Kawasan Bengawan Jero Lamongan Berharap Banjir Segera Surut (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Nestapa warga Kabupaten Lamongan akibat banjir tak kunjung usai. Setelah sempat menunjukkan tren penurunan tinggi muka air (TMA), banjir di sejumlah wilayah dilaporkan kembali merangkak naik pada Jumat (20/2/2026). Ironisnya, di tengah kondisi darurat yang sudah berlangsung selama tiga bulan, warga mengaku minim perhatian dari pemerintah.

Peningkatan debit air ini dipicu oleh intensitas hujan yang kembali tinggi di wilayah Lamongan serta meluapnya kawasan Bengawan Jero. Kondisi ini membuat warga yang terdampak sejak November 2025 lalu semakin terjepit secara ekonomi dan mobilitas.

Kondisi diperparah dengan rusaknya infrastruktur jalan. Akses utama warga kini tertutup lumut dan menjadi sangat licin akibat terendam air dalam waktu lama. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan warga yang nekat melintas, karena risiko tergelincir di tengah kepungan banjir.

Warga Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, kini kembali harus berjibaku dengan air yang masuk ke pemukiman. Istiana, salah satu warga setempat, menuturkan bahwa harapan untuk melihat tanah kering sirna setelah hujan deras kembali mengguyur.

"Sebelumnya sudah surut dan sekarang naik lagi. Selama banjir ini alat transportasinya pakai perahu," ujar Istiana, Sabtu (21/2/2026).

 

Keluhan juga datang dari Rita Sugiarto, warga Desa Sidomulyo lainnya. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap distribusi bantuan yang dinilai tidak sebanding dengan penderitaan warga selama tiga bulan terakhir. Apalagi, mayoritas warga yang bekerja sebagai petambak harus menelan kerugian besar akibat gagal panen.

"Dapat bantuan telong kilo beras (beras tiga kilo), panen kami juga gagal. Ambyar, mulai tebar benih sampai sekarang nggak dapat apa-apa," ucapnya.

 

Menanggapi situasi yang berlarut-larut tersebut, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, melakukan peninjauan langsung ke titik banjir di Dusun Meluke pada Jumat lalu. Budi mengakui bahwa penanganan permanen memang belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena status banjir tahunan.

Meski demikian, pihak BNPB menjanjikan langkah kedaruratan untuk segera mengurangi beban warga dengan menambah kapasitas pembuangan air.

"Kita akan melakukan langkah-langkah kedaruratan sesuai dengan bidang saya, dan kami akan tambah satu atau dua pompa besar lagi untuk mempercepat penurunan debit air," jelas Budi Irawan.

Ia juga menegaskan akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa darurat. Namun, janji ini harus dibuktikan di lapangan mengingat warga sudah mencapai titik jenuh menghadapi air yang merendam rumah mereka sejak akhir tahun lalu.

Hingga kini, masyarakat Lamongan masih mendesak adanya sinergi konkret antara Pemerintah Daerah, Provinsi, maupun Pusat untuk memberikan solusi jangka panjang, agar siklus banjir tahunan di kawasan Bengawan Jero tidak lagi menjadi "ritual" penderitaan warga setiap musim hujan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow