Panen Sehat dalam 14 Hari, Kemenag Jombang Kenalkan Microgreen, Sayuran Mini Kaya Nutrisi
Jombang, (afederasi.com) – Inovasi budidaya sayuran super praktis kini mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Microgreen, sayuran mini yang bisa dipanen hanya dalam 14 hari dan memiliki segudang manfaat kesehatan pada Jumat (5/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Djum'atin, dan diikuti oleh pegawai Kemenag induk, perwakilan madrasah, serta masyarakat umum. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan sehat sekaligus membuka peluang usaha berbasis ketahanan keluarga.
Leily Irawatie Hasan, selaku Agen Perubahan dari Gerakan Bersama - Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah) Kemenag Jombang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan program berbagi ilmu.
"Gema Sajadah tidak hanya fokus pada sedekah sampah, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif. Sebelumnya kami telah melaksanakan eco workshop. Peserta dari madrasah diharapkan dapat membagikan kembali ilmu ini kepada warga madrasah masing-masing," ujar Leily.
Dalam pemaparannya, narasumber Djum'atin menjelaskan bahwa microgreen adalah sayuran mini yang dipanen pada usia muda, yaitu antara 7 hingga 14 hari setelah semai.
Tidak seperti menanam sayuran biasa yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, microgreen menawarkan solusi bagi masyarakat urban yang tidak memiliki lahan luas.
"Microgreen berada pada fase pertumbuhan antara kecambah dan tanaman dewasa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa microgreens mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang jauh lebih pekat dibandingkan sayuran dewasa," jelas Djum'atin.
Ia menambahkan, budidaya sayuran mini ini membutuhkan cahaya matahari agar daun tumbuh sempurna dan menghasilkan klorofil. Para peserta pun diajak praktik langsung menanam microgreen, mulai dari penyemaian hingga perawatan sederhana di rumah.
Plh. Kepala Kemenag Jombang, Arif Hidayatulloh, menilai bimtek ini sebagai langkah edukatif untuk menggeser pola konsumsi masyarakat dari makanan instan ke makanan sehat.
"Saat ini, makanan yang dikonsumsi anak-anak maupun keluarga banyak yang bersifat instan, kurang higienis, dan kurang bernutrisi. Microgreen adalah jawabannya. Kami berharap peserta semakin memahami makanan yang baik bagi kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," tutur Arif.
Salah satu peserta dari masyarakat umum, Wulan, warga RT 24 Desa Sengon, Jombang, mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini setelah melihat informasi di akun Facebook Kemenag Jombang.
"Saya tertarik dengan dunia persayuran. Selain melihat peluang usaha, ini juga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Selama ini Kemenag identik dengan urusan keagamaan, tapi ternyata juga peduli lingkungan. Insyaallah kegiatan ini berdampak luas bagi masyarakat," ungkap Wulan antusias.
Dengan adanya Bimtek Microgreen ini, Kemenag Jombang berharap masyarakat tidak hanya sehat mengonsumsi sayuran bernutrisi tinggi, tetapi juga mampu memanfaatkan lahan terbatas menjadi lahan produktif yang menghasilkan dalam hitungan hari. (san)
What's Your Reaction?



