Masyarakat Desak DPRD Turun Tangan Soal Dugaan Pengalihan Lahan Produktif Dijadikan Perumahan
Jember, (afederasi.com) - Masyarakat Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengeluhkan terkait dugaa lahan persawahan produktif dijadikan perumahan, Kamis (09/04/2026).
Yang mana banyak kendaraan dumptruck yang mengangkut material grasak tanah gumuk untuk pemadatan lahan sawah produktif oleh pihak pengembang properti.
Seharusnya, kalau pengukuran lahan dan surat-surat perizinan belum ada, hal itu yang memicu masyarakat sekitar lahan yang menanyakan kejelasan bahkan dari pihak RT sendiri sudah memberikan teguran pada pihak pengembang.
Hal itu disampaikan FA, salah seorang tokoh masyarakat Desa Balung Lor yang enggan disebut namanya. Kepada Jurnalis Afederasi.com Kamis, (11/04/2026).
Seharusnya, kata FA. Sebelum mengeksekusi lahan pihak pengembang harus menyelesaikan, melengkapi, surat-surat tanahnya dulu dan perizinan pembangunan perumahan ke pihak dinas terkait.
Oleh sebab itu, FA. Berharap, supaya Dinas terkait maupun anggota DPRD kabupaten Jember turun tangan menyikapi persoalan tersebut.
"Monggo, anggota legislatif agar segera melakukan tindak lanjut terkait dengan adanya pembebasan lahan produktif sawah untuk dijadikan lahan perumahan,"jelasnya.
Sementara itu, Ardi Pujo Prabowo anggota DPRD kabupaten Jember mengarahkan media ini untuk konfirmasi ke Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Balung Lor.
"Konfirmasi saja dulu ke desa selaku kepanjagan tangan pemerintah,"Jelas Ardi sapaan akrab Politisi Partai Gerindra Jember.
Pihaknya menegaskan akan menindaklanjuti keluhan warga masyarakat Desa Balung Lor tersebut, jika tidak memiliki ijin akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku.
"Jika memang tidak memiliki ijin sesuai regulasi ya pasti kami tertibkan,"katanya.
Disisi lain, Imam Mustofa Kepala Desa Balung Lor menjelaskan bahwa setatus tanah tersebut masih tahap penyelesaian administrasi jual beli.
"Yang jelas belum ada perpindahan surat masih tahap ukur awal untuk kejelasan luas yang di laksanakan oleh Pak Kasun,"jelasnya.
Kendati begitu, kata Imam, pihaknya belum tau pasti lahan tersebut mau dialihfungsikan sebagai perubahan.
"Untuk keperuntukannya yang kita tahu kabar dari warga langsung ada pengurukan,"katanya.
Menyikapi hal tersebut, pihak Pemdes berencana akan menggelar audiensi bersama semua pihak.
"Tadi sempat kita berhentikan sementara menunggu kita kumpulkan dulu dari para pihak, "pintanya.
Sementara itu, pihak pengembang belum bisa memberikan keterangan sampai berita ini diterbitkan. (gung)
What's Your Reaction?



