Mas Rio Targetkan Situbondo Bebas Jalan Berlubang, Siapkan Tiga Satgas Khusus di 2026
Mas Rio menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mematangkan rencana pembentukan tiga Satuan Tugas (Satgas) khusus yang akan difokuskan pada perbaikan jalan rusak dan berlubang di berbagai wilayah.
Situbondo, (afederasi.com) – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menginstruksikan penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis (26/3/2026), pria yang akrab disapa Mas Rio ini menekankan bahwa kekompakan lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjawab keluhan masyarakat secara cepat.
Pertemuan yang bertepatan dengan momentum halalbihalal pasca-Idulfitri ini juga dimanfaatkan Mas Rio sebagai ruang rekonsiliasi politik di tingkat akar rumput. Ia tidak menampik adanya dinamika dan perbedaan pandangan di antara para kepala desa selama proses pembangunan daerah berlangsung.
"Perbedaan itu hal yang wajar. Namun, melalui forum ini kita bangun sinergi, saling memaafkan, dan menyatukan langkah demi kemajuan Situbondo," ujar Mas Rio di hadapan para kepala desa.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam rakor tersebut adalah penanganan infrastruktur jalan. Mas Rio menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mematangkan rencana pembentukan tiga Satuan Tugas (Satgas) khusus yang akan difokuskan pada perbaikan jalan rusak dan berlubang di berbagai wilayah.
"Penanganan jalan rusak menjadi prioritas karena ini merupakan salah satu keluhan terbesar dari masyarakat. Kami ingin bergerak cepat," tegasnya.
Meski langkah ini sudah dipetakan, realisasi pembentukan Satgas tersebut masih harus menunggu mekanisme perubahan anggaran daerah. Mas Rio mengakui bahwa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan anggaran masih menjadi tantangan nyata yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Situbondo saat ini.
Guna menyiasati kendala tersebut, Pemkab Situbondo berencana melakukan langkah taktis dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Salah satunya adalah menjajaki pemanfaatan material dari kawasan industri Paiton untuk mendukung percepatan perbaikan infrastruktur jalan.
Di akhir arahannya, Mas Rio kembali mengingatkan bahwa efektivitas pembangunan sangat bergantung pada harmonisasi hubungan antara pemerintah kabupaten dan desa. Ia berharap seluruh kepala desa dapat menanggalkan ego sektoral demi kepentingan warga yang lebih luas.
"Kalau kita kompak, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," pungkasnya.(vya/dn)
What's Your Reaction?



