Malam Renungan AIDS Nusantara 2026, Momentum Tulungagung Tekan Kasus HIV/AIDS

KPAD Tulungagung gelar MERAN 2026 untuk menguatkan dukungan bagi ODHA dan menghapus stigma di masyarakat. Simak komitmen Pemkab dalam menekan kasus HIV/AIDS.

06 Jun 2026 - 12:37
Malam Renungan AIDS Nusantara 2026, Momentum Tulungagung Tekan Kasus HIV/AIDS
Malam Renungan AIDS Nusantara (MERAN) 2026 di Tulungagung (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Tulungagung menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara (MERAN) 2026 di kantor Dinas Kesehatan setempat, Jumat (5/6/2026). Acara yang berlangsung khidmat dengan nyala lilin ini menjadi momentum untuk menumbuhkan harapan, menghapus stigma, sekaligus mengenang para pejuang yang telah gugur akibat HIV/AIDS.

​Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk sekitar 50 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang hadir untuk saling menguatkan.

​Wakil Ketua II KPAD Tulungagung, Makrus Manan, mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk penghormatan bagi mereka yang telah berjuang melawan penyakit tersebut. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa HIV/AIDS masih memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.

​"MERAN bertujuan untuk mengenang saudara-saudara kita yang telah berjuang melawan AIDS, serta para relawan yang telah mendahului kita," ujar Makrus, Sabtu (6/6/2026).

​Makrus mengakui bahwa angka temuan kasus HIV/AIDS di Tulungagung terus bertambah setiap tahunnya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kepatuhan konsumsi obat Antiretroviral (ARV) bagi ODHA untuk menghambat reproduksi virus, menjaga daya tahan tubuh, dan memperpanjang harapan hidup.

​"Perlu kerja sama semua pihak untuk menekan penyebaran HIV/AIDS. Pengobatan yang benar menjadi kunci utama," tegasnya.

​Di sisi lain, Sekretaris KPAD Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah, menyebut eksistensi KPAD Tulungagung yang tetap aktif menjadi bukti komitmen nyata pemerintah daerah. Dari seluruh wilayah di Jawa Timur, kini hanya tersisa lima KPAD yang masih berjalan aktif.

​"Ketika KPAD masih ada, ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah proaktif merespons kasus HIV/AIDS," kata Ifada.

​Menurut Ifada, penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya melalui pendekatan medis. Ia mendorong adanya pendekatan psikososial untuk mendukung kehidupan ODHA agar tetap produktif dan percaya diri.

​KPAD Tulungagung kini tengah mengintensifkan keterlibatan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dilakukan agar mitigasi, kebijakan, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial dapat terintegrasi secara kolaboratif.

​"Setiap OPD sudah memiliki peran. Kita ingin menangani HIV/AIDS secara komprehensif, mulai dari layanan kesehatan hingga upaya penghapusan stigma dan diskriminasi di masyarakat," pungkas Ifada.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow