Kompensasi Bandara KASA, 150 Buruh Tani Situbondo Kini Punya Ternak Sapi dan Domba

Sebanyak 150 buruh tani di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, yang terdampak pembangunan Bandara KHR. As’ad Syamsul Arifin (KASA) menerima bantuan modal usaha berupa satu ekor sapi dan sepasang domba.

11 Mar 2026 - 13:18
Kompensasi Bandara KASA, 150 Buruh Tani Situbondo Kini Punya Ternak Sapi dan Domba
Situasi saat pembagian hewan kepada salah satu penerima (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Situbondo mulai menyalurkan bantuan kerohiman bagi warga yang terdampak pembangunan Bandara KHR. As’ad Syamsul Arifin (KASA). Sebanyak 150 buruh tani di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, menerima bantuan modal usaha berupa satu ekor sapi dan sepasang domba, Rabu (11/3/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan ekonomi warga yang lahan garapannya masuk dalam area proyek strategis nasional tersebut. Camat Asembagus, Faishol Afandi, menyebutkan bahwa para penerima manfaat tersebar di beberapa titik terdampak.

"Total ada 150 penerima. Mayoritas sebanyak 86 orang berasal dari Kecamatan Banyuputih, sisanya dari Kecamatan Jangkar dan wilayah lain di Situbondo," ujar Faishol saat memantau proses distribusi.

Demi memastikan kualitas bantuan, seluruh hewan ternak telah melewati proses sortir yang ketat. Faishol menjelaskan bahwa seleksi dilakukan sejak pagi hari di lokasi penampungan Dusun Bangran sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada masyarakat.

"Tiap warga menerima sapi dan sepasang domba. Sebelum diserahkan, tim sudah memastikan kesehatan dan kelayakan fisik hewan-hewan tersebut," lanjutnya.

Aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam penyaluran ini. Petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan, Andri Kusuma Wardana, menegaskan bahwa ratusan ekor ternak yang tiba di lokasi telah dinyatakan bebas penyakit. Tim medis melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap total 150 ekor sapi dan 300 ekor domba.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh ternak dalam kondisi sehat tanpa kendala medis apa pun," jelas Andri singkat.

Ia juga menekankan bahwa standar kesehatan ini mengacu pada kesepakatan tertulis antara pihak penyedia ternak dengan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak dirugikan dengan menerima hewan yang sakit atau tidak produktif.

"Proses seleksi sesuai kesepakatan kontrak. Kami pastikan hewan yang diterima warga benar-benar layak untuk dikembangbiakkan," tambahnya.

Kegembiraan nampak di wajah para buruh tani, salah satunya Abdurrahman, warga Desa Gadingan. Ia mengaku lega karena bantuan yang diterimanya melampaui ekspektasi, terutama dari sisi kualitas fisik hewan.

"Alhamdulillah, kondisi sapi dan kambingnya bagus-bagus. Bantuan ini sangat berarti untuk menyambung ekonomi keluarga kami," ungkap Abdurrahman penuh syukur.

Melalui program kerohiman berbasis ternak ini, pemerintah daerah berharap para buruh tani yang kehilangan lahan garapan dapat beralih menjadi peternak mandiri. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan di tengah transformasi wilayah Situbondo menjadi kawasan penyangga transportasi udara.(vya/dn)  

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow