Kemenhaj Gresik Menghimbau Travel Tunda Keberangkatan Umrah Imbas Konflik Timur Tengah

"Sesuai imbauan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), perjalanan umrah untuk sementara waktu bisa ditunda dulu karena situasi darurat konflik di Timur Tengah,” ungkap Lulus, Kepala Kantor Kemenhaj Gresik.

02 Mar 2026 - 09:55
Kemenhaj Gresik Menghimbau Travel Tunda Keberangkatan Umrah Imbas Konflik Timur Tengah
Kemenhaj Gresik H. Lulus. (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik mengimbau seluruh biro travel umrah dan haji untuk memantau secara ketat kondisi jemaah asal Gresik yang saat ini berada di Arab Saudi.

Imbauan tersebut menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang berdampak pada sejumlah jalur penerbangan internasional.

Selain meminta travel memonitor kondisi jemaah di Tanah Suci, Kemenhaj juga mengimbau agar jadwal keberangkatan calon jemaah umrah dalam waktu dekat ditunda sementara. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah hingga situasi kembali kondusif.

Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjamin keamanan warga negara di tengah dinamika situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang semakin tidak menentu.

“Sesuai imbauan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), perjalanan umrah untuk sementara waktu bisa ditunda dulu karena situasi darurat konflik di Timur Tengah,” ujarnya.

Meski belum menerima data pasti jumlah jemaah umrah asal Gresik yang saat ini berada di Tanah Suci, Lulus meminta keluarga di Tanah Air tetap tenang dan tidak panik. 

Menurut Lulus, Pemerintah, berkomitmen memastikan keamanan, kenyamanan, serta perlindungan seluruh jemaah.

“Secara regulasi, kewenangan keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah dari travel berada di pemerintah pusat. Kami minta agar travel terus berkoordinasi dengan jemaah masing-masing yang saat ini berada di Tanah Suci,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, eskalasi konflik memuncak setelah serangan yang dilaporkan terjadi di kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran di Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut memicu balasan dari Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Dampak konflik turut dirasakan sejumlah negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), yang disebut-sebut menjadi lokasi pangkalan atau aset militer Amerika Serikat.

Kemenhaj Gresik menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait guna memastikan keselamatan seluruh jemaah umrah asal Gresik.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow