Hilang Misterius, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Sampean Baru
Zainal Abidin (5), balita asal Desa Wringin Anom yang dilaporkan hilang, ditemukan meninggal dunia mengapung di Sungai Sampean Baru, Situbondo,
Situbondo, (afederasi.com) – Isak tangis pecah di tepian Sungai Sampean Baru, Desa Pawoan, saat tim evakuasi mengangkat tubuh mungil Zainal Abidin (5) dari permukaan air. Bocah malang asal Desa Wringin Anom tersebut sebelumnya sempat dinyatakan hilang secara misterius sebelum akhirnya ditemukan tidak bernyawa oleh warga setempat.
Jasad korban pertama kali terlihat oleh seorang warga yang tengah beraktivitas mencari ikan. Posisi tubuh korban yang terbawa arus sempat mengecoh penglihatan warga karena menyerupai benda mati yang hanyut.
Saksi mata di lokasi kejadian, Herman, mengungkapkan bahwa adiknya adalah orang pertama yang menyadari keberadaan jasad tersebut. Saat itu, sang adik mengira ada batang kayu yang tersangkut di area penjaringan ikan.
"Yang menemukan adik saya. Awalnya dikira batang kayu, tapi setelah diperhatikan kok ada tangan dan kaki," ujar Herman di lokasi kejadian.
Rasa penasaran itu kemudian membuat saksi menggunakan fitur kamera ponsel untuk memastikan objek tersebut. Setelah memperbesar gambar melalui layar ponsel, saksi terkejut mendapati sosok manusia yang sudah kaku.
"Lalu dilihat pakai kamera HP dengan *zoom*, ternyata mayat. Adik saya langsung teriak memanggil warga sekitar," lanjut Herman.
Proses evakuasi segera dilakukan oleh warga secara bahu-membahu. Berdasarkan keterangan saksi, kondisi fisik korban saat diangkat menunjukkan tanda-tanda kematian akibat tenggelam, dengan bercak darah yang keluar dari area hidung.
"Kondisinya sudah kaku dan ada darah keluar dari hidung. Biasanya itu karena paru-paru terisi air akibat tenggelam," tambahnya.
Pihak keluarga yang tiba di lokasi tak kuasa menahan histeris saat melihat pakaian yang dikenakan jasad tersebut identik dengan baju terakhir yang dipakai Zainal sebelum hilang. Kepastian identitas korban membuat suasana di sekitar sungai berubah menjadi haru.
Guna kepentingan penyelidikan, jasad korban langsung dilarikan ke Ruang Jenazah RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Tim INAFIS Polres Situbondo bersama petugas medis kini tengah melakukan identifikasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menghimpun keterangan saksi guna menyusun kronologi lengkap peristiwa pilu yang menimpa balita tersebut.(vya/dn)
What's Your Reaction?



