Gresik Jadi Rujukan Investasi, Peserta Sesdilu Kemenlu Pelajari KEK dan Industri Terpadu

Sejak dulu Gresik adalah kota pelabuhan dan perdagangan, dan hari ini berkembang menjadi kawasan industri dan KEK,” ujarnya.

17 Apr 2026 - 05:48
Gresik Jadi Rujukan Investasi, Peserta Sesdilu Kemenlu Pelajari KEK dan Industri Terpadu
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberikan paparan terkait pengembangan investasi KEK dan Industri Terpadu di Kabupaten Gresik (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Kabupaten Gresik kembali menjadi rujukan pembelajaran pengembangan investasi daerah. Kali ini, peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 Kementerian Luar Negeri melakukan kunjungan lapangan, Kamis (16/04/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Mustikarasa Cafe tersebut disambut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman dan jajaran perangkat daerah.

Dalam pemaparannya, Gus Yani sapaan akrab Bupati menegaskan bahwa kekuatan Gresik sebagai kawasan industri dibangun melalui perencanaan tata ruang yang terintegrasi dengan potensi wilayah serta dukungan infrastruktur logistik.

“Sejak dulu Gresik adalah kota pelabuhan dan perdagangan, dan hari ini berkembang menjadi kawasan industri dan KEK,” ujarnya.

Didukung kawasan industri seperti JIIPE, Kawasan Industri Gresik (KIG), dan Maspion, serta belasan pelabuhan aktif, Gresik kini menjadi salah satu simpul penting rantai pasok industri di Jawa Timur.

Menurut Gus Yani, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan menjadi keunggulan utama, terutama dalam mendukung efisiensi logistik bagi industri berbasis ekspor-impor.

Gus Yani juga menyoroti peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui berbagai insentif fiskal yang mampu menarik investasi besar sekaligus membuka lapangan kerja.

Dalam enam tahun terakhir, Gresik mencatat realisasi investasi mencapai Rp29,4 triliun atau sekitar 18,89 persen dari total investasi Jawa Timur, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,91 persen pada 2025.

Meski demikian, Gus Yani menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi dan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Khasan Ashari menyebut kunjungan ini penting untuk memperkuat pemahaman peserta terkait diplomasi ekonomi berbasis potensi daerah.

"Pengalaman langsung di daerah seperti Gresik ini, akan membantu peserta dalam mempromosikan potensi investasi Indonesia secara lebih konkret di tingkat global," tutup Khasan.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow