Efek Konflik Global Harga Solar Industri Melonjak, Kadin Gresik Ingatkan Efisiensi Energi
“Kenaikan ini pasti berpengaruh ke semua sektor. Maka perusahaan perlu menyesuaikan operasional agar penggunaan energi bisa lebih efisien,” ujarnya.
Gresik, (afederasi.com) – Lonjakan harga solar industri mulai menekan biaya operasional pelaku usaha di Kabupaten Gresik, seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok energi global.
Kondisi ini mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik mengingatkan perusahaan agar segera mengatur ulang ritme produksi dan konsumsi energi, guna menghindari dampak yang lebih luas.
Ketua Kadin Gresik, Moch Choirul Rizal, mengungkapkan harga solar non-subsidi untuk industri kini telah merangkak naik dari sekitar Rp15.000 menjadi di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.
“Kenaikan ini pasti berpengaruh ke semua sektor. Maka perusahaan perlu menyesuaikan operasional agar penggunaan energi bisa lebih efisien,” ujarnya.
Rizal menjelaskan, tekanan harga dipicu terganggunya distribusi minyak dunia akibat pembatasan jalur strategis Selat Hormuz oleh Iran, sebagai respons atas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Meski harga mengalami kenaikan, Rizal memastikan hingga saat ini belum ada laporan gangguan pasokan solar industri di wilayah Gresik. Distribusi masih berjalan normal dan kebutuhan perusahaan tetap terpenuhi.
“Pasokan masih aman, belum ada keluhan dari pelaku usaha. Tapi langkah antisipasi tetap perlu disiapkan agar dampaknya tidak meluas,” katanya.
Di tengah situasi ini, Kadin Gresik juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas tenaga kerja. Perusahaan diminta tidak mengambil langkah pengurangan karyawan meski menghadapi tekanan biaya.
“Kami berharap perusahaan tidak melakukan pengurangan pekerja. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi,” tegasnya.
Kadin pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk tetap tenang dan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah, agar gejolak akibat dinamika global dapat diredam dan tidak berdampak signifikan di tingkat daerah.(frd)
What's Your Reaction?



