Dicatut untuk Pinjaman PNM Mekaar, Warga di Petungsinarang Pacitan Desak Pelaku Lunasi Utang
Pacitan, (afederasi.com) – Puluhan warga Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, mendatangi seorang terduga pelaku pencatutan data untuk pinjaman PNM Mekaar, Selasa (25/2/2026) malam.
Sekitar 40 warga yang mengaku menjadi korban berkumpul di mushola dusun setempat untuk meminta pertanggungjawaban langsung dari AD (29), yang disebut sebagai ketua kelompok dalam pinjaman tersebut.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Desa Petungsinarang, Suryadi, warga menegaskan persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan permintaan maaf.
Mereka menuntut agar seluruh utang yang tercatat atas nama korban segera dilunasi, sekaligus dilakukan pembersihan nama secara resmi.
“Kalau hanya minta maaf dan janji pemutihan nama tanpa pelunasan, itu tidak cukup. Secara aturan, pembersihan nama hanya bisa dilakukan setelah utang dilunasi,” ujar salah satu korban dalam forum tersebut.
Dalam pertemuan itu, AD menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan bersedia membantu proses pembersihan nama.
Namun, ia juga mengaku memperoleh data warga dari kepala dusun setempat.
Pernyataan tersebut langsung dibantah. Setelah dikonfirmasi oleh warga, kepala dusun menyatakan tidak pernah memberikan data pribadi warga kepada yang bersangkutan.
Sejumlah korban juga mengaku sebelumnya telah dihubungi oleh AD melalui pesan WhatsApp maupun telepon.
Dalam komunikasi tersebut, AD meminta maaf dan berjanji akan membantu membersihkan nama para korban di koperasi.
Kepala Desa Petungsinarang, Suryadi, mengatakan pihak pemerintah desa hanya memfasilitasi pertemuan agar persoalan mendapat kejelasan.
“Kami dari pemerintah desa memfasilitasi agar ada penyelesaian. Harapannya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tetapi kalau warga ingin menempuh jalur hukum, itu hak mereka,” ujarnya.
Meski telah dilakukan mediasi, mayoritas warga tetap bersikukuh agar kasus ini diproses melalui jalur hukum.
Mereka menilai langkah tersebut penting agar ada kepastian serta pertanggungjawaban yang jelas.
Hingga berita ini diturunkan, para korban tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk membawa kasus pencatutan data tersebut ke ranah hukum. (Feri)
What's Your Reaction?



