Targetkan Premanisme dan Miras, Polres Trenggalek Mulai Operasi Pekat Semeru 2026

Kabagops Kompol Angga Perdana Brahmada, menegaskan bahwa operasi kali ini menitikberatkan pada penegakan hukum yang tegas namun tetap terukur

25 Feb 2026 - 10:30
Targetkan Premanisme dan Miras, Polres Trenggalek Mulai Operasi Pekat Semeru 2026
Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Aula Tatag Trawang Tungga Mapolres Trenggalek pada Rabu (25/2/2026) (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Aparat kepolisian di Kabupaten Trenggalek mulai memperketat pengamanan wilayah demi menjamin kekhusyukan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Melalui Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Trenggalek membidik berbagai tindak kriminalitas yang berpotensi merusak kondusivitas menjelang lebaran.

Langkah serius ini diawali dengan menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Aula Tatag Trawang Tungga Mapolres Trenggalek pada Rabu (25/2/2026). Forum ini menjadi ajang penguatan strategi bagi puluhan personel yang akan diterjunkan langsung ke lapangan guna menyisir titik-titik rawan gangguan keamanan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, melalui Kabagops Kompol Angga Perdana Brahmada, menegaskan bahwa operasi kali ini menitikberatkan pada penegakan hukum yang tegas namun tetap terukur. Pihaknya tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk penyakit masyarakat yang meresahkan warga.

"Fokus kami adalah menanggulangi kejahatan seperti penyalahgunaan senjata api, bahan peledak, petasan, narkoba, hingga aksi premanisme," tegas Kompol Angga saat membuka pelatihan tersebut.

Lebih lanjut, Kompol Angga merinci bahwa sasaran operasi juga mencakup peredaran minuman keras ilegal, praktik prostitusi, pornografi, hingga perjudian baik konvensional maupun yang berbasis online. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak 25 Februari hingga 8 Maret 2026 mendatang.

Dalam arahannya, ia menginstruksikan seluruh personel agar bekerja secara maksimal untuk memberikan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh publik. Menurutnya, stabilitas keamanan di Trenggalek merupakan harga mati agar aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh tindak pidana.

"Outputnya adalah masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas," imbuh Kompol Angga.

Guna memastikan efektivitas di lapangan, sedikitnya 60 personel gabungan dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran telah disiagakan. Mereka terbagi dalam empat satuan tugas khusus, yakni Satgas Lidik, Satgas Tindak, Satgas Gakkum, dan Satgas Banops yang bekerja secara sinergis.

Kompol Angga juga mengingatkan jajarannya untuk menjaga akuntabilitas dalam setiap tindakan. Koordinasi antar Satgas menjadi kunci utama agar operasi ini tepat sasaran dan mampu mempersempit ruang gerak para pelaku kriminal di wilayah hukum Trenggalek.

"Bangun koordinasi yang solid dan lengkapi seluruh administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kita," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow