Bupati Warsubi Canangkan Desa Mantra Nilam, Suntik Rp 15 Juta per Dusun untuk Wirausaha Baru

11 Mar 2026 - 09:27
Bupati Warsubi Canangkan Desa Mantra Nilam, Suntik Rp 15 Juta per Dusun untuk Wirausaha Baru
Kepala Dinas Pertanian Ir.Moch Rony saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan Desa Mantra di PDP Panglungan Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Jawa Timur,Rabu (11/03/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian resmi membuka Pelatihan Budidaya Tanaman Nilam dalam rangka mendukung Program Penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) di kawasan lereng Gunung Wonosalam.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Pertemuan PDP Panglungan, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Rabu (11/03/2026) ini merupakan realisasi dari program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Jombang, yakni Desa Mantra (Desa Maju dan Sejahtera).

Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Achmad Bahydan, serta praktisi dari AFCO Group, Wildan. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Moch. Rony, Direktur PDP Panglungan, Agus Mujiono jajaran penyuluh pertanian, para kepala desa, serta puluhan calon wirausaha baru (WUB) bidang perkebunan dari wilayah setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Moch. Rony, menegaskan bahwa program Desa Mantra menjadi motor penggerak ekonomi desa yang diinisiasi langsung oleh Abah Bupati Warsubi dan Gus Salman.

"Desa Mantra ini fokus pada penumbuhan satu wirausaha baru per dusun. Yang menarik, pendanaannya sepenuhnya bersumber dari keuangan desa. Konsepnya, pemerintah daerah menganggarkan Rp 15 juta per dusun.

Jadi di Desa Panglungan yang memiliki lima dusun, total anggaran mencapai Rp75 juta. Dana itu digunakan sesuai pilihan komoditas masing-masing desa, dan hari ini pilihannya adalah nilam," papar Moch. Rony.

Ia menjelaskan, Dinas Pertanian mendapat amanah untuk menggarap tiga sektor dalam program Desa Mantra, yaitu:

1. Budidaya Tanaman Sehat (BTS) – melatih petani menerapkan budidaya organik.

2. Penangkaran Benih – mencetak wirausawa yang mampu memproduksi dan menjual benih padi sendiri.

3. Budidaya Nilam – fokus pada komoditas nilam sebagai sumber pendapatan baru.

"Harapannya, dengan pelatihan ini akan lahir wirausaha-wirausaha baru di tingkat dusun. Tidak hanya di sektor pertanian, tapi juga peternakan, perikanan, dan UMKM," tambahnya.

Moch. Rony memaparkan bahwa budidaya nilam bukan tanpa dasar. Pada tahun 2023, Dinas Pertanian telah melaksanakan demplot budidaya nilam seluas satu hektare di wilayah Kecamatan Kudu.

Hasil panen berupa daun kering saat itu telah terjual hingga ke wilayah Madiun, membuktikan bahwa tanah Jombang cocok untuk tanaman penghasil minyak atsiri ini.

"Kami mengapresiasi wilayah Wonosalam dan daerah penyangga hutan lainnya yang menjadi pionir. Tanah kita cocok untuk nilam. Yang lebih penting, kadar Patchouli Alcohol (PA) nilam Jombang nantinya diyakini kompetitif dan diminati pasar industri aroma," jelasnya.

Mengingat 90 persen kebutuhan minyak nilam dunia dipasok dari Indonesia, Moch. Rony optimistis Jombang bisa mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok global.

Salah satu poin penting dalam pengembangan nilam di Jombang adalah hadirnya PT AFCO Group sebagai bapak asuh yang akan menampung hasil panen petani binaan di Desa Panglungan. Hal ini diharapkan mampu memotong rantai tata niaga yang merugikan petani dan memberikan harga jual yang adil.

Selain itu, ke depan Dinas Pertanian juga berencana mengembangkan sistem monitoring budidaya berbasis teknologi untuk menjaga standar kualitas ekspor. Tidak hanya di sektor hulu, potensi hilirisasi produk seperti sabun, parfum, dan aromaterapi juga terbuka lebar bagi wirausaha baru yang lahir dari program ini.

Mengakhiri sambutannya, Moch. Rony meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebaik-baiknya. "Saya minta peserta serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para praktisi dan pakar yang hadir. Mari bergotong-royong menjadikan 'Nilam Jombang' sebagai produk unggulan daerah yang membanggakan," pungkasnya.

Dengan adanya pendanaan dari dana desa sebesar Rp15 juta per dusun untuk pengadaan bibit nilam, pupuk organik, NPK, dan biaya pemeliharaan, para calon wirausaha baru di Desa Panglungan optimistis dapat mengembangkan usaha tani nilam secara profesional dari hulu ke hilir.

Program ini menargetkan lahirnya wirausaha muda yang mandiri dan inovatif di tahun 2026, sekaligus mengangkat nama Jombang di kancah perdagangan nilam nasional maupun global. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow