Inovasi Petani Wonosalam Ubah Singkong Murah Jadi Permen Tape

21 Jan 2026 - 10:11
Inovasi Petani Wonosalam Ubah Singkong Murah Jadi Permen Tape
Suyanto (46), warga Dusun Segunung, Desa Carangwulung, saat menunjukan produksi permen tapenya , Selasa (20/01/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Potensi singkong sebagai komoditas unggulan di kaki Gunung Anjasmoro, Wonosalam, kini menemukan terang baru. Berangkat dari keprihatinan akan harga jual singkong mentah yang terus rendah, seorang warga berhasil mengangkat martabat umbi-umbian ini menjadi produk bernilai tambah tinggi: permen tape.

Inovator di balik terobosan ini adalah Suyanto (46), warga Dusun Segunung, Desa Carangwulung. Sejak 2019, pria yang akrab disapa Yan ini getol mengolah singkong lokal menjadi camilan fermentasi yang unik dan digemari.

"Kala itu, saya prihatin dengan harga jual singkong yang murah. Petani kurang sejahtera. Akhirnya saya berinovasi membuat camilan permen tape dengan bahan utama singkong," ujar Suyanto kepada afederasi.com, Selasa (20/01/2026).

Suyanto dengan sengaja memilih singkong lokal Wonosalam sebagai bahan baku utama. Ia membelinya langsung dari petani sekitar dengan harga berkisar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram. 

Langkah ini tak hanya menjamin kualitas bahan baku yang cocok untuk tape, tetapi juga memberdayakan ekonomi petani lokal.

"Selain ingin memberdayakan hasil pertanian warga, singkong dari sini memang punya karakter yang pas, menghasilkan tape yang bagus untuk diolah lebih lanjut," jelasnya.

Proses pembuatan permen tape Suyanto mengandalkan metode tradisional dengan sentuhan inovasi. Singkong dicuci bersih, direbus, lalu ditiriskan. Tahap kuncinya adalah fermentasi: singkong ditaburi ragi dan ditutup menggunakan daun talas selama  3 hari 2 malam hingga menjadi tape sempurna.

"Setelah jadi tape, kita campur dengan gula dan aduk sekitar 45 menit sampai benar-benar rata. Ketelatenan di tahap ini yang bikin rasa manisnya merata," paparnya. Adonan kemudian didiamkan, dipotong kecil-kecil, dan dikeringkan secara alami. "Tidak perlu oven, cukup diangin-anginkan. Ini juga menjaga rasa alaminya," tambah Suyanto.

Berbekal rasa yang khas dan kemasan menarik (150 gram per bungkus), Permen Tape Suyanto berhasil menembus pasar yang luas. Dengan harga terjangkau Rp 10.000 per bungkus, produk ini menjadi pilihan oleh-oleh dan camilan favorit.

Pemasaran telah merambah ke berbagai channel: pesanan perorangan, instansi, toko swalayan di Jombang, hingga pusat oleh-oleh Dekranasda. Tak ketinggalan, Suyanto aktif menjual secara online, mengirim pesanan hingga ke berbagai kota di luar Jawa Timur.

"Memang harganya terjangkau. Tapi nilai yang kita dapat dari mengolah singkong ini sudah berlipat-lipat dibanding menjualnya mentah. Ini bukti, dengan sedikit kreativitas, hasil bumi kita punya nilai yang bisa ditingkatkan," pungkas Suyanto penuh keyakinan.

Keberhasilan Suyanto menjadi inspirasi nyata bagi pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Inovasinya tak hanya menyelamatkan komoditas singkong dari harga murah, tetapi juga menciptakan produk unggulan baru yang memperkaya khazanah oleh-oleh khas Jombang. (san)



What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow