Puting Beliung Porak-porandakan Puluhan Rumah dan Pasar di Situbondo

21 Jan 2026 - 09:20
Puting Beliung Porak-porandakan Puluhan Rumah dan Pasar di Situbondo
Suasana petugas saat evakuasi pohon tumbang di salah satu rumah akibat angin (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Suasana sore di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, berubah mencekam pada Selasa (20/1/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut seketika dibarengi dengan terjangan angin puting beliung yang mengamuk hebat, mengakibatkan puluhan hunian warga dan fasilitas publik mengalami kerusakan serius.

Amukan angin yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu menyasar dua desa sekaligus, yakni Desa Besuki dan Desa Demung. Meski dampak material tergolong masif, beruntung tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, melalui Koordinator Pusdalops Puriyono (Ipong), mengungkapkan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini datang secara mendadak. Di Desa Besuki, wilayah terdampak paling parah meliputi Dusun Kauman dan kawasan barat desa.

"Kerusakan didominasi pada bagian atap. Banyak genteng yang beterbangan disapu angin, dan beberapa rumah hancur tertimpa pohon tumbang. Estimasi kerugian tiap bangunan bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah," jelas Ipong saat dikonfirmasi pada Rabu (21/1/2026).

Tak hanya rumah tinggal, Pasar Lama Besuki juga tak luput dari amukan badai. Tercatat sedikitnya 27 los pasar termasuk di area pintu tengah, sisi selatan, hingga kawasan Pecinan mengalami kerusakan pada bagian atap hingga tidak dapat berfungsi optimal.

Dampak lebih mengkhawatirkan terlihat di Dusun Semiring, Desa Demung. Dari 21 rumah yang terdampak, beberapa di antaranya dikategorikan rusak berat. Petugas di lapangan memberikan perhatian ekstra karena beberapa bangunan yang hancur tersebut dihuni oleh keluarga yang memiliki balita.

Hingga berita ini diturunkan, data sementara dari BPBD mencatat total 36 rumah warga terdampak, dengan rincian 11 unit mengalami kerusakan berat, 2 unit mengalami kerusakan sedang dan 23 unit mengalami kerusakan ringan.

Merespons bencana tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan kaji cepat. Sinergi lintas sektoral bersama TNI-Polri, pihak kecamatan, dan relawan terus diperkuat untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan lancar.

"Kami tengah masuk ke tahap Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana). Fokus kami saat ini adalah pendataan final dan persiapan penyaluran bantuan logistik darurat bagi warga yang membutuhkan," pungkas Ipong.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow