Banjir Bengawan Jero Sudah Empat Bulan, 45 Desa di Lamongan Masih Terendam

"Kondisi debit air di Bengawan Jero saat ini memang sedang tinggi akibat kiriman air dari hulu dan curah hujan lokal. Total ada 45 desa di lima kecamatan yang terdampak, dengan wilayah Kecamatan Turi dan Glagah yang mengalami sebaran dampak cukup luas," ujar Kabid kedaruratan dan logistik, Ery R. Rosidi saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026) pagi.

11 Mar 2026 - 09:36
Banjir Bengawan Jero Sudah Empat Bulan, 45 Desa di Lamongan Masih Terendam
Banjir Bengawan Jero di Lamongan Masih Terjadi (Iyan Farikh/afederasi.com)
Banjir Bengawan Jero Sudah Empat Bulan, 45 Desa di Lamongan Masih Terendam

Lamongan, (afederasi.com) – Intensitas hujan yang masih tinggi mengakibatkan debit air Sungai Bengawan Jero meluap dan setidaknya merendam puluhan desa di Kabupaten Lamongan. Berdasarkan data rekapitulasi terbaru per Maret 2026, tercatat sebanyak 45 desa yang tersebar di lima kecamatan masih terkepung banjir.

Lima kecamatan terdampak tersebut meliputi Kecamatan Kalitengah, Turi, Deket, Glagah, dan Karangbinangun. Rabu, (11/3/2026). Luapan air tidak hanya menggenangi akses jalan, tetapi juga merambah ke pemukiman warga dan ribuan hektare lahan pertanian.

Data rekapitulasi menunjukkan dampak yang cukup signifikan. Sebanyak 4.251 rumah warga terendam dengan total warga terdampak mencapai 16.662 jiwa. Sektor pertanian, khususnya tambak dan sawah, menjadi sektor yang paling terpukul dengan luasan mencapai 7.390 hektare.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ery R. Rosidi, membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan luapan.

"Kondisi debit air di Bengawan Jero saat ini memang sedang tinggi akibat kiriman air dari hulu dan curah hujan lokal. Total ada 45 desa di lima kecamatan yang terdampak, dengan wilayah Kecamatan Turi dan Glagah yang mengalami sebaran dampak cukup luas," ujar Ery R. Rosidi saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026) pagi.

Ery menambahkan, selain pemukiman dan tambak, infrastruktur publik juga mengalami kerusakan. Tercatat sepanjang 59.647 meter jalan (baik jalan desa, dusun, maupun jalan kabupaten) terendam air. Selain itu, sebanyak 115 lembaga pendidikan dan 29 sarana ibadah turut terdampak.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk pendataan logistik maupun bantuan yang diperlukan warga. Kami imbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai, karena cuaca masih fluktuatif," imbuhnya.

Dari data yang dihimpun, Kecamatan Turi menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, yakni 13 desa. Sementara itu, jumlah jiwa terdampak paling besar berada di Kecamatan Glagah dengan total 5.150 jiwa yang merasakan dampak langsung dari banjir musiman ini. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow