Banyuwangi Sumbang Surplus Ratusan Ribu Ton, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

08 Jan 2026 - 09:44
Banyuwangi Sumbang Surplus Ratusan Ribu Ton, Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Wakil Bupati Banyuwangi. Mujiono saat memberikan sambutan dalam kegiatan panen raya. (Ist)

Banyuwangi, (afederasi.com) – Kabupaten Banyuwangi mencatat kontribusi signifikan dalam keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada pangan nasional hanya dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, Banyuwangi berhasil mencatat surplus produksi beras dan jagung hingga ratusan ribu ton sepanjang tahun 2025.

Capaian swasembada pangan nasional tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam momentum Panen Raya Nasional yang dipusatkan di Karawang, Jawa Barat. Kegiatan strategis tersebut diikuti secara virtual oleh pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Banyuwangi yang menggelar panen raya di kawasan Usaha Jasa Pelayanan Alsintan (UPJA) Sri Rejeki, Desa Cluring, Kecamatan Cluring.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas pertanian nasional atas kerja keras, dedikasi, dan kekompakan dalam mewujudkan kemandirian pangan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

“Saya memberi target empat tahun untuk swasembada pangan. Namun, dalam satu tahun kita sudah mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak lagi bergantung pada bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.

Sebagai daerah lumbung pangan nasional, Banyuwangi menjadi salah satu penopang utama keberhasilan tersebut. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, program swasembada pangan nasional berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayahnya.

“Alhamdulillah, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden memberikan dampak nyata bagi Banyuwangi. Sepanjang 2025, produksi beras dan jagung meningkat signifikan hingga mencatatkan surplus,” ujar Ipuk.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, produksi beras sepanjang 2025 mencapai 546.923,81 ton, atau meningkat sebesar 38.103,81 ton dibandingkan tahun 2024. Sementara kebutuhan konsumsi beras masyarakat Banyuwangi tercatat sebesar 163.665,78 ton.

“Dengan capaian tersebut, Banyuwangi mengalami surplus beras sebesar 383.258,03 ton pada 2025,” jelas Ipuk.

Tak hanya beras, produksi jagung Banyuwangi juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, produksi jagung meningkat sekitar 41.518 ton atau setara 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kebutuhan konsumsi jagung daerah sebesar 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus produksi jagung mencapai 18.754,50 ton.

“Alhamdulillah, Indonesia kini mampu mencapai swasembada pangan. Kami bersyukur Banyuwangi dapat mengambil peran penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” imbuh Ipuk.

Ipuk menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dukungan TNI-Polri serta seluruh mitra dan pelaku pertanian di Banyuwangi.

“Ini adalah buah dari kerja bersama dalam menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan Bapak Presiden,” pungkasnya. (ron/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow