Antisipasi Penyebaran PMK! Disnak Jombang Gencarkan Vaksinasi 

15 Jan 2026 - 12:47
Antisipasi Penyebaran PMK! Disnak Jombang Gencarkan Vaksinasi 
Antisipasi Penyebaran PMK, Disnak Jombang Gencarkan Vaksinasi  ke Ternak di Desa Wonomerto Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Kamis (15/01/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang,  (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Peternakan (Disnak) menggelar vaksinasi massal penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai respons atas kemunculan kembali penyakit hewan menular ini di awal tahun 2026.

Hingga Kamis (15/01/2026), data Disnak Jombang mencatat sebanyak 32 ekor sapi di wilayah tersebut telah terkonfirmasi terjangkit PMK. Penyakit ini sangat menular dan menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Drs. Moch Saleh, M.Si yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Azis Daryanto, mengungkapkan bahwa sebaran 32 kasus PMK sejak awal tahun ini ada di 10 wilayah kecamatan.

"Kasus PMK paling banyak ditemukan di Kecamatan Jogoroto. Namun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini masih jauh lebih rendah," jelas Azis kepada afederasi.com, Kamis (15/01/2026).

Peta Sebaran Kasus PMK di Jombang (Data per 15 Januari 2026):

Berdasarkan data dari Disnak, sebaran 32 kasus PMK adalah sebagai berikut:

1. Kecamatan Jogoroto: 15 kasus (terbanyak)

2. Kecamatan Jombang: 3 kasus

3. Kecamatan Perak: 3 kasus

4. ecamatan Bandar Kedungmulyo: 2 kasus

5. Kecamatan Bareng: 2 kasus

6. Kecamatan Gudo: 2 kasus

7. Kecamatan Sumobito: 2 kasus

8. Kecamatan Kudu: 1 kasus

9. Kecamatan Mojowarno: 1 kasus

10. Kecamatan Peterongan: 1 kasus

Langkah Pengendalian Strategis melalui Vaksinasi Massal

Untuk memutus rantai penyebaran, Disnak Jombang segera mengambil tindakan konkret. Azis menyatakan, vaksinasi serentak telah dimulai di Kecamatan Wonosalam menggunakan stok vaksin bantuan APBN untuk KUD tahun 2025.

“Hari ini kami lakukan vaksinasi di Wonosalam. Ada sekitar 1.000 dosis yang akan diaplikasikan pada sapi mulai hari ini hingga minggu depan. Sasaran utamanya seluruh ternak sapi milik masyarakat, terutama yang ada di wilayah Desa Wonomerto dan Desa Galengdowo,” terangnya.

Selain vaksinasi, upaya pengendalian lain yang dilakukan secara rutin adalah penyemprotan desinfektan di pasar hewan yang sentra-sentra perdagangan ternak.

"Kami juga rutin melakukan penyemprotan desinfektan dan pembersihan di sejumlah pasar hewan setiap dua minggu sekali. Lokasinya meliputi Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung," papar Azis.

Faktor Penyebab dan Himbauan  Peternak

Azis membeberkan beberapa faktor yang diduga kuat menyebabkan kemunculan kembali PMK di wilayahnya. Faktor utama adalah kondisi cuaca ekstrem.

"PMK kembali muncul karena saat ini sedang puncak musim penghujan. Lingkungan yang lembab memungkinkan virus berkembang lebih cepat," ujarnya.

Faktor lain adalah masih adanya populasi ternak rentan, terutama anak sapi (pedet) yang belum divaksin, serta lalu lintas ternak yang masuk dari luar daerah dengan riwayat vaksinasi belum jelas.

Disnak Jombang mengimbau para peternak untuk:

1. Segera melaporkan apabila ada ternak yang menunjukkan gejala PMK (seperti lepuh di mulut, lidah, dan kuku, serta air liur berlebihan) ke petugas kesehatan hewan.

2. Memisahkan (mengisolasi) ternak sakit dari ternak yang sehat.

3. Berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah daerah.

4. Menerapkan biosekuriti ketat di kandang, termasuk menjaga kebersihan kandang dan membatasi lalu lintas orang dan hewan.

Dengan langkah cepat dan kolaborasi antara pemerintah dan peternak, diharapkan wabah PMK di Jombang dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow