Puting Beliung Sapu Banyuputih Situbondo, Belasan Rumah Warga Rusak
Situbondo, (afederasi.com) – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Situbondo. Angin puting beliung yang disertai hujan lebat menerjang Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kamis (15/1/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Terjangan angin kencang tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 bangunan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang beragam.
Bencana alam ini berdampak pada dua dusun, yakni Dusun Banyuputih RT 01 dan RT 02 RW 01 serta Dusun Curah Laci RT 01 RW 01. Hembusan angin yang datang secara tiba-tiba membuat sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Selain itu, atap bangunan, terutama yang berbahan asbes, banyak yang terlepas dan beterbangan.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan puting beliung terjadi bersamaan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi. “Sekitar pukul 16.00 WIB terjadi angin puting beliung di Desa Banyuputih dan sekitarnya. Sejumlah rumah rusak akibat tertimpa pohon dan atap bangunan terlepas karena angin yang sangat kuat. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara BPBD Situbondo, total bangunan terdampak mencapai 16 unit, terdiri dari 14 rumah warga, satu dapur SPPG (MBG), dan satu garasi mobil. Dari jumlah tersebut, lima bangunan mengalami rusak berat, satu rusak sedang, dan sepuluh lainnya rusak ringan.
Kerusakan paling parah dialami Dapur SPPG (MBG) di Dusun Curah Laci dengan estimasi kerugian mencapai Rp40 juta. Selain itu, rumah milik Suhartono, seorang petani di Dusun Banyuputih, juga mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian sekitar Rp15 juta. Beberapa warga lain, di antaranya Saiful Rizal dan Sumiyati, turut melaporkan kerusakan berat pada tempat tinggal mereka.
Sementara itu, belasan warga lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, meliputi bagian atap rumah, kandang sapi, serta garasi. Hingga kini, total kerugian masih terus didata oleh petugas di lapangan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Situbondo melalui Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan asesmen. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Koramil, Polsek, pemerintah desa, serta relawan guna mempercepat penanganan pascabencana.
“Selain melakukan pendataan, kami juga melaksanakan tahap Jitupasna atau pengkajian kebutuhan pascabencana serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak,” tambah Puriyono.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Warga diminta segera melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, seperti pohon rawan tumbang atau bangunan yang sudah tidak kokoh, demi mencegah dampak yang lebih besar.(vya/dn)
What's Your Reaction?



