Panen Durian Wonosalam Turun 50 Persen, Harga Melonjak hingga Rp 80 Ribu Perkilogram

15 Jan 2026 - 18:06
Panen Durian Wonosalam Turun 50 Persen, Harga Melonjak hingga Rp 80 Ribu Perkilogram
Heri Susanto, petani durian di Dusun Tukum, Desa Wonosalam, saat ditemui di lapaknya, Kamis (15/01/2026). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com)  – Kecamatan Wonosalam, Jombang, yang dikenal sebagai surga durian lokal, kembali memasuki musim panen raya. Namun, tahun ini petani tidak bisa bersukacita sepenuhnya. Produktivitas durian di kawasan pegunungan Anjasmoro ini anjlok lebih dari 50 persen akibat dampak cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang periode kemarau basah.

Heri Susanto, petani durian di Dusun Tukum, Desa Wonosalam, membenarkan penurunan drastis tersebut. "Kalau tahun lalu bisa panen sekitar 500 buah per hari. Sekarang hanya 100 sampai 200 buah per hari," ujarnya saat ditemui, Kamis (15/1/2026).
                                                                                                                                                                          Menurut keterangan petani, curah hujan tinggi yang disertai angin kencang menjadi biang keladi gagalnya panen. Cuaca ekstrem ini menyebabkan banyak bunga durian rontok sebelum sempat menjadi bakal buah. Selain itu, hujan lebat yang hampir turun setiap hari di kawasan Wonosalam juga merusak buah yang sudah matang.

"Di sini hampir setiap hari hujan. Jadi banyak durian yang jatuh sebelum tua," jelas Heri, menggambarkan kondisi yang tak menguntungkan. Secara keseluruhan, hasil panen tahun ini diperkirakan tak mencapai separuh dari jumlah panen pada musim normal.

Kelangkaan pasokan di tengah permintaan yang tetap tinggi langsung mendorong kenaikan harga. Durian lokal Wonosalam kini dijual dengan kisaran harga Rp 25.000 hingga Rp 80.000 per kilogram, tergantung pada ukuran dan kualitas buah.

"Permintaan pasar cukup tinggi seperti biasa. Namun, barangnya ini agak sulit," tutur Heri, mengakui ketidakseimbangan antara supply dan demand.

Meski harganya melambung tinggi, daya tarik durian Wonosalam tak pudar. Pencinta durian masih rela berburu dan membayar mahal untuk menikmati cita rasa legit pahit khas durian lereng Anjasmoro yang sulit ditandingi oleh varietas durian lainnya.

"Tetap laris dan habis setiap hari," pungkas Heri Susanto, menegaskan bahwa pamor durian Wonosalam tetap terjaga meski hasil panen tahun ini jauh dari kata melimpah.

Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus pelajaran bagi petani dan pemangku kepentingan setempat untuk mengantisipasi dampak perubahan cuaca ekstrem terhadap komoditas unggulan daerah di masa mendatang.(san)



What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow