Disnak Jombang Waspadai Peningkatan Kasus PMK, 28 Ekor Sapi Terkonfirmasi Terjangkit

15 Jan 2026 - 09:17
Disnak Jombang Waspadai Peningkatan Kasus PMK, 28 Ekor Sapi Terkonfirmasi Terjangkit
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang saat melakukan vaksinasi ternak sapi di Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang,Rabu (14/01/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang mencatat kemunculan kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada awal tahun 2026. 

Hingga Selasa (13/01/2026), sebanyak 28 ekor sapi di wilayah tersebut terkonfirmasi terjangkit penyakit yang sangat menular pada hewan berkuku belah ini.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Azis Daryanto, mengungkapkan bahwa 28 kasus PMK awal tahun ini tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

"Kasus PMK paling banyak ditemukan di Kecamatan Jogoroto. Namun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini masih jauh lebih rendah," ungkap Azis kepada afederasi.com, Kamis (1501/2026).

Peta Sebaran Kasus PMK di Jombang

Berdasarkan data Disnak Jombang, sebaran kasus per 13 Januari 2026 adalah sebagai berikut:

1.Kecamatan Jogoroto: 11 kasus (terbanyak)

2.Kecamatan Jombang: 3 kasus

3.Kecamatan Perak: 3 kasus

4.Kecamatan Bandar Kedungmulyo: 2 kasus

5.Kecamatan Bareng: 2 kasus

6.Kecamatan Gudo: 2 kasus

7.Kecamatan Sumobito: 2 kasus

8.Kecamatan Kudu: 1 kasus

9.Kecamatan Mojowarno: 1 kasus

10.Kecamatan Peterongan: 1 kasus

Untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, Disnak Jombang telah melakukan sejumlah langkah pengendalian.

( Drh. Azis Daryanto saat memberikan obat desinfektan ke peternak)

Azis menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan penyemprotan desinfektan dan pembersihan di sejumlah pasar hewan setiap dua minggu sekali sekaligus terus menggencarkan program vaksinasi PMK.

"Untuk penyemprotan dilakukan di Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung," terangnya.

Mengenai penyebab kembali munculnya PMK ini, Azis menandaskan beberapa faktor utama. "PMK saat ini kembali muncul dikarenakan cuaca sedang memasuki puncak musim penghujan.

Dimana kondisi lingkungan lebih lembab yang memungkinkan virus berkembang lebih cepat, termasuk masih terdapat ternak yang belum tervaksin PMK terutama pedet dan adanya pemasukan sapi dari luar Jombang yang dibeli pedagang dengan riwayat vaksin belum jelas," tandasnya.

Pihaknya mengimbau para peternak untuk segera melaporkan dan memisahkan hewan yang menunjukkan gejala PMK, seperti lepuh di mulut dan kaki, serta berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah daerah.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow