HIMABIS Unipra Dorong Literasi Keamanan Data di Tengah Laju Digitalisasi

15 Jan 2026 - 10:19
HIMABIS Unipra Dorong Literasi Keamanan Data di Tengah Laju Digitalisasi
Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Unipra, Muthowif, ketika memberikan sambutan pada acara seminar nasioal. (Unipra for afederasi.com)

Surabaya, (afederasi.com) — Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas WR Supratman menggelar seminar nasional bertema keamanan data di era digital abad ke-21. Kegiatan yang digagas HIMABIS ini menyoroti pentingnya perlindungan data konsumen serta tata kelola perusahaan yang inovatif dan adaptif, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Unipra, Muthowif, menilai seminar yang diinisiasi HIMABIS mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Menurut dia, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa internal kampus, tetapi juga pelajar SMA dan SMK serta dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Surabaya.

Dalam pandangannya, HIMABIS menjadi ruang strategis untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja. Muthowif menyebut penguatan kompetensi tidak cukup dilakukan melalui perkuliahan semata, tetapi juga lewat seminar, praktik kewirausahaan, hingga pembelajaran perpajakan yang kontekstual.

Muthowif mengapresiasi kerja panitia yang dinilainya mampu mengemas kegiatan akademik secara profesional. HIMABIS, kata dia, berhasil menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini.

Narasumber pertama, Muh. Samsul Hadi, Direktur dan Founder CV Gilang Pratama, membahas tata kelola perusahaan yang adaptif. Kehadiran praktisi ini, menurut Muthowif, memperkuat posisi HIMABIS sebagai organisasi mahasiswa yang mampu menjembatani teori dan praktik bisnis secara nyata.

Sementara itu, Hartono, Direktur dan Founder PT Bensae Kreasi Indonesia, menyoroti isu keamanan data dari perspektif teknologi informasi. Dalam forum yang dihadiri HIMABIS tersebut, ia menegaskan bahwa ancaman kebocoran data tidak selalu bersumber dari serangan eksternal, melainkan sering dipicu oleh perilaku pengguna teknologi itu sendiri.

Hartono menjelaskan bahwa teknologi memang mengandung risiko, namun bukan berarti harus dihindari. HIMABIS mencatat pesannya bahwa pemanfaatan teknologi harus disertai kesadaran dan kehati-hatian dalam mengelola data pribadi yang digunakan sehari-hari.

Lebih lanjut, Hartono menilai banyak kasus kebocoran data terjadi bukan karena lemahnya sistem, melainkan rendahnya kesadaran sumber daya manusia. Dalam diskusi bersama HIMABIS, ia menekankan bahwa perilaku konsumen kerap menjadi celah terbesar dalam persoalan keamanan data.

Ia mencontohkan kasus dugaan kebocoran data rekening dana nasabah di salah satu bank nasional. HIMABIS mencatat pandangan Hartono yang menyebut peristiwa tersebut lebih disebabkan kelalaian individu, bukan kegagalan teknologi maupun institusi perbankan.

Menutup pemaparannya, Hartono berpesan agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan data pribadi. HIMABIS menggarisbawahi imbauan tersebut, mulai dari penggunaan kata sandi yang kuat, pembaruan berkala, hingga kesadaran bahwa data pribadi merupakan aset berharga yang harus dijaga.

Melalui seminar ini, HIMABIS berharap mahasiswa Administrasi Bisnis memiliki daya saing yang lebih kuat dan kesiapan memasuki dunia profesional. HIMABIS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan dinamika bisnis dan teknologi di era digital. (jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow