Dewan Pendidikan Lamongan Minta Dana MBG Dialihkan untuk Penanganan Banjir Bengawan Jero

15 Jan 2026 - 09:43
Dewan Pendidikan Lamongan Minta Dana MBG Dialihkan untuk Penanganan Banjir Bengawan Jero
Petugas SPPG di Lamongan saat Mendistribusikan MBG Ditengah Kepungan Banjir Bengawan Jero (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Dampak luapan banjir di kawasan Bengawan Jero yang kian meluas, memicu perhatian serius dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Anggota Dewan Pendidikan Lamongan (DPL), M. Nur Ali Zulfikar, yang menyarankan agar anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara waktu dialihkan guna penanganan darurat banjir.

Ali Zulfikar menilai, dalam kondisi bencana seperti saat ini, terdapat prioritas kebutuhan yang jauh lebih mendesak bagi masyarakat terdampak dibandingkan dengan penyaluran makanan program tersebut.

Dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) ini mengungkapkan kekhawatirannya terkait efektivitas distribusi MBG di tengah genangan air.

Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana akibat banjir sangat berisiko menurunkan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.

“Di tengah bencana banjir, ada keperluan yang lebih penting daripada penyaluran makanan dalam kondisi yang tidak sesuai. Kami khawatir kualitas makanan yang disajikan kurang baik karena kendala teknis di lapangan,” ujar Ali. Kamis (15/1/2026) pagi.

Lebih lanjut, Ali mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mengusulkan pergeseran alokasi dana tersebut. Ia menegaskan bahwa dana tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk penyediaan obat-obatan bagi warga yang mulai terserang penyakit, pembersihan saluran air yang tersumbat guna mempercepat surutnya genangan, hingga penyaluran sembako bagi keluarga di wilayah terdampak parah. Selain itu, pemenuhan kebutuhan khusus bagi anak-anak dan balita di area terdampak juga menjadi hal yang sangat krusial.

Selain urusan logistik, sektor pendidikan juga menjadi perhatian utama Ali. Ia mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan untuk memberikan kelonggaran bagi sekolah-sekolah yang bangunannya terendam atau aksesnya terputus agar proses belajar mengajar tidak terhenti.

"Kami meminta Dinas Pendidikan Lamongan untuk membuat kebijakan yang fleksibel terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah banjir. Misalnya, dengan menerapkan kembali pembelajaran daring (online)," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, debit air di kawasan Bengawan Jero dilaporkan masih tinggi, sementara lebih dari 10 ribu jiwa terdampak, 2.736 rumah warga terendam, 3.958 Hektare lahan pertanian terdampak dan 63 lembaga pendidikan juga ikut terendam. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow