Antisipasi Krisis Air Bersih Dampak El Nino, Ponpes di Lamongan Terima Bantuan Sumur Bor
Pembangunan sumur bor ini adalah bagian dari program mitigasi bencana kekeringan kami. Tujuannya jelas, agar aktivitas ibadah dan pendidikan di pesantren tidak terhenti hanya karena persoalan air. Kami ingin santri bisa fokus belajar tanpa harus pusing memikirkan air bersih," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Lamongan, (afederasi.com) – Guna memitigasi dampak fenomena El Nino di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur mengambil langkah nyata. Sebuah fasilitas sumur bor permanen dibangun di lingkungan Pondok Pesantren untuk mengatasi krisis air bersih yang kerap menghantui saat musim kemarau.
Hadirnya fasilitas ini menjadi angin segar sekaligus solusi jangka panjang bagi ratusan santri dan warga sekitar yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air layak konsumsi.
Pondok Pesantren Tarbiyaul Ma’ani yang terletak di Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, menjadi sasaran utama program ini. Wilayah yang berada di pelosok perbatasan Lamongan Selatan ini memang dikenal sebagai titik rawan kekeringan parah setiap tahunnya.
Saat musim kemarau ekstrem tiba, air bersih menjadi barang mewah di desa ini. Namun, melalui kolaborasi BMH Jatim dan para donatur, pembangunan sumur bor tersebut akhirnya rampung dan diresmikan melalui prosesi doa bersama sebagai wujud syukur.
Perwakilan BMH Jatim, Tarmiji, mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis mitigasi bencana kekeringan. Pihaknya tidak ingin kegiatan belajar mengajar dan ibadah di pesantren terganggu akibat krisis air.
"Pembangunan sumur bor ini adalah bagian dari program mitigasi bencana kekeringan kami. Tujuannya jelas, agar aktivitas ibadah dan pendidikan di pesantren tidak terhenti hanya karena persoalan air. Kami ingin santri bisa fokus belajar tanpa harus pusing memikirkan air bersih," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Sebelum adanya sumur bor ini, pemandangan antrean panjang di kamar mandi menjadi rutinitas harian para santri. Dengan debit air yang sangat kecil, mereka terpaksa harus berhemat luar biasa agar semua kebagian air untuk bersuci maupun keperluan MCK.
Salah satu santri, Muhammad Nafiq, mengaku sangat bersyukur atas bantuan ini. Baginya, aliran air yang deras dari pipa sumur bor baru tersebut adalah berkah besar bagi para pencari ilmu di pesantren.
"Dulu kalau sudah puncak kemarau, kami harus antre panjang sekali karena debit air kecil. Sekarang alhamdulillah, kami senang dan bersyukur karena air bersih sudah mengalir deras. Kami tidak perlu khawatir lagi saat mau wudu atau mandi," kata Muhammad Nafiq dengan wajah sumringah.
Program penyediaan air bersih ini diharapkan tidak berhenti di satu titik saja. Kedepannya, diharapkan program serupa dapat menjangkau titik-titik rawan kekeringan lainnya di wilayah Kabupaten Lamongan, sehingga dampak buruk dari kemarau panjang maupun El Nino dapat diminimalisir sejak dini. (yan)
What's Your Reaction?



