Unisla Lamongan Menuju Eco-Health University, Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemprov Jatim

Unisla berkomitmen membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap isu kesehatan dan lingkungan. Konsep Eco-Health University kami rancang sebagai integrasi antara keilmuan, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan,” ujar Abdul Ghofur.

01 Apr 2026 - 02:01
Unisla Lamongan Menuju Eco-Health University, Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemprov Jatim
Unisla Jalin Sinergi Strategis dengan Gubernur Jatim Dalam Pertemuan yang Berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Iyan Farik/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Universitas Islam Lamongan (Unisla) resmi menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi kelembagaan menjadi Eco-Health University. Langkah besar ini diperkuat melalui penguatan sinergi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (31/3/2026) sore.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Unisla, Abdul Ghofur, beserta jajaran pimpinan universitas yang diterima oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Turut mendampingi Gubernur, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Jatim Erwin Astha Triyono, dan Kepala BPSDM Jatim Ramliyanto.

Dalam agenda tersebut, tim Unisla memaparkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang tengah dikembangkan. Fokus utamanya meliputi manajemen komposting sampah, substitusi pupuk organik, hingga pengembangan pakan ternak herbal yang melibatkan kolaborasi lintas fakultas, khususnya Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) serta Fakultas Perikanan dan Peternakan.

Rektor Unisla, Abdul Ghofur, menyatakan bahwa konsep Eco-Health University ini merupakan arah strategis jangka panjang yang berbasis pada riset dan pengabdian masyarakat.

“Unisla berkomitmen membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap isu kesehatan dan lingkungan. Konsep Eco-Health University kami rancang sebagai integrasi antara keilmuan, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan,” ujar Abdul Ghofur.

Ia menambahkan, dukungan dari Pemprov Jatim sangat penting sebagai katalisator untuk mempercepat implementasi program inovatif yang lahir dari lingkungan kampus agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Gayung bersambut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, pendekatan eco-health sangat selaras dengan visi pembangunan Jawa Timur yang mengedepankan keseimbangan ekologi dan kesehatan publik.

“Apa yang dilakukan Unisla ini sangat relevan dengan arah pembangunan Jawa Timur yang menekankan pada keseimbangan antara kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Inisiatif berbasis riset seperti ini perlu diperkuat dan direplikasi agar memberikan dampak yang lebih luas,” ungkapnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya sinergitas antara akademisi, pemerintah, dan elemen masyarakat dalam menciptakan model pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim global.

Melalui penguatan kolaborasi ini, Unisla diharapkan mampu memposisikan diri sebagai agen perubahan (agent of change) yang nyata dalam mewujudkan masa depan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lamongan maupun Jawa Timur pada umumnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow