Selaraskan Program Pusat, Bupati Lamongan Paparkan 9 Agenda Prioritas Pembangunan 2027
Musrenbang hari ini menjadi titik temu untuk memastikan setiap rencana benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Yang diingat bukan seberapa banyak yang direncanakan, tapi seberapa nyata yang dapat diwujudkan," tegas Pak Yes.
Lamongan, (afederasi.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Lamongan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Selasa, (31/3/2026). Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa Pak Yes ini menekankan pentingnya penyelarasan arah pembangunan agar setiap program memberikan dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat.
Tema pembangunan Lamongan tahun 2027 ditetapkan pada "Percepatan Pemerataan Infrastruktur Dasar Berkualitas dan Infrastruktur Ekonomi Strategis yang Berwawasan Lingkungan". Tema ini disebut sejalan dengan visi pembangunan di tingkat pusat maupun Provinsi Jawa Timur.
"Musrenbang hari ini menjadi titik temu untuk memastikan setiap rencana benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Yang diingat bukan seberapa banyak yang direncanakan, tapi seberapa nyata yang dapat diwujudkan," tegas Pak Yes.
Pada kesempatan tersebut, Pak Yes mengungkapkan sembilan agenda pembangunan yang telah direncanakan untuk dilaksanakan di tahun 2027. Kesembilan agenda tersebut meliputi pengendalian banjir dan mitigasi kekeringan, peningkatan kualitas jalan dan konektivitas wilayah melalui Program Jamula, penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, fokus juga diarahkan pada penguatan sosial dan keagamaan, penguatan ekonomi masyarakat, percepatan transformasi digital pelayanan publik, penguatan ketahanan energi dan lingkungan hidup, hingga penguatan kawasan perkotaan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mematok target ambisius untuk indikator pertumbuhan ekonomi, yakni naik menjadi 5,43 persen di tahun 2027.
"Masukan dari seluruh peserta menjadi kunci penyempurnaan, agar Lamongan terus bergerak lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berdampak," tambah Pak Yes
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lamongan, Sujarwo, melaporkan dinamika usulan masyarakat melalui aplikasi SIPD-RI. Tercatat ada 8.293 usulan yang masuk, namun setelah melalui proses seleksi, hanya 2.276 usulan yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan kesesuaian.
"Sedangkan usulan Pokir (Pokok Pikiran) berhasil diinput sebanyak 3.077 usulan dengan hasil akhir 1.650 yang telah sesuai dan dapat diverifikasi," lapor Sujarwo.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bakorwil Bojonegoro, Tri Wahyu Liswati, yang memaparkan arah kebijakan Provinsi Jawa Timur, serta Ketua DPRD Lamongan, Mukhammad Freddy Wahyudi. Selain unsur birokrasi, forum ini juga melibatkan keterwakilan inklusif dari forum anak dan forum disabilitas untuk menyampaikan aspirasi pembangunan ke depan. (yan)
What's Your Reaction?



