TPA Ngipik Jadi Rujukan, Gresik dan Lamongan Jajaki TPST Bersama

Banyak hal yang kami diskusikan, termasuk peluang kerja sama. Ini bisa menjadi solusi strategis untuk Lamongan,” tambahnya.

07 Apr 2026 - 16:47
TPA Ngipik Jadi Rujukan, Gresik dan Lamongan Jajaki TPST Bersama
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendampingi Bupati Lamongan Yuhronur Effendi saat meninjau Pengolahan sistem Landfill Mining di TPA Ngipik Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik (afederasi.com) – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam membenahi persoalan sampah mulai terlihat. Salah satunya dengan belajar langsung ke sistem pengelolaan modern di TPA Ngipik, Kabupaten Gresik, Selasa (07/06/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Bupati Lamongan Yuhronur Effendi yang didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Rombongan meninjau berbagai fasilitas, termasuk proses landfill mining yang menjadi teknologi unggulan di TPA Ngipik.

Dalam peninjauan itu, Yuhronur mengaku terkesan dengan sistem yang diterapkan. Menurutnya, konsep pengelolaan sampah modern seperti ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi.

“Kami banyak belajar dari Gresik. Sistem ini sangat baik dan akan kami rencanakan untuk diterapkan di Lamongan,” ujarnya.

Tak sekadar studi banding, pertemuan tersebut juga melahirkan wacana kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) bersama di wilayah perbatasan kedua daerah.

Menurut Yuhronur, kolaborasi lintas daerah menjadi langkah penting untuk menjawab persoalan sampah yang semakin kompleks.

“Banyak hal yang kami diskusikan, termasuk peluang kerja sama. Ini bisa menjadi solusi strategis untuk Lamongan,” tambahnya.

Sementara itu, Fandi Akhmad Yani menyatakan kesiapan Gresik untuk berkolaborasi. Ia menilai sinergi antar daerah menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Kami terbuka untuk kerja sama. Harapannya, ke depan bisa bersama-sama mengelola sampah secara lebih baik,” ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati.

Gus Yani menyebut keberhasilan sistem di TPA Ngipik membuatnya kini menjadi rujukan berbagai daerah. 

Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, menyebut sejak meraih penghargaan Adipura, kunjungan studi banding terus berdatangan.

Dalam waktu dekat, sejumlah daerah seperti Sumba Timur dan Gunungkidul juga dijadwalkan melakukan kunjungan serupa.

Sri menjelaskan, teknologi landfill mining yang diterapkan memiliki kapasitas hingga 25 ton per jam. Sampah lama yang menumpuk selama puluhan tahun di area seluas sekitar 7 hektare kini bisa ditambang dan diolah kembali.

“Sampah yang ditambang akan dipilah menjadi dua produk utama. Ini mengubah paradigma TPA, dari tempat pembuangan akhir menjadi sumber daya yang produktif,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow