Tak Kunjung Surut, 7.155 Hektar Tambak di Lamongan Terendam Banjir Bengawan Jero
Lamongan, (afederasi.com) – Kondisi banjir akibat luapan aliran Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren fluktuatif namun tetap dalam status waspada. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan per 21 Januari 2026, wilayah Kecamatan Kalitengah mengalami lonjakan dampak yang cukup signifikan dalam empat hari terakhir.
Dalam data rekapitulasi terbaru, jumlah rumah terendam di Kecamatan Kalitengah melonjak drastis dari sebelumnya 604 unit (per 17 Januari) menjadi 1.139 unit. Hal ini diikuti dengan bertambahnya warga terdampak di wilayah tersebut yang kini mencapai 3.278 jiwa.
Secara akumulatif di lima kecamatan terdampak, yakni Kalitengah, Turi, Deket, Glagah, dan Karangbinangun, total terdapat 4.839 rumah yang masih tergenang. Meski angka total rumah menurun tipis dibanding periode 17 Januari, luas lahan produktif seperti sawah dan tambak justru semakin meluas hingga mencapai 7.155 hektar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Ery S. Rosidi, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan debit air yang sangat bergantung pada curah hujan dan kondisi pintu air.
"Kami mencatat adanya pergeseran titik banjir. Di beberapa desa di Kecamatan Turi mulai ada penurunan, namun di Kalitengah justru mengalami peningkatan volume air yang cukup signifikan dalam beberapa hari ini," ujar Ery, Rabu (21/1/2026) siang.
Selain pemukiman dan lahan tambak, sektor pendidikan juga terus terdampak. Sebanyak 94 lembaga pendidikan kini tergenang air, bertambah dua sekolah dari data sebelumnya. Kecamatan Turi masih menjadi wilayah dengan dampak fasilitas pendidikan terbanyak, yakni 29 sekolah.
Kondisi terparah untuk populasi warga masih berada di Kecamatan Glagah dengan total 5.789 jiwa terdampak, disusul Kecamatan Karangbinangun dan Kecamatan Deket yang angkanya cenderung stagnan.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan logistik warga aman dan memantau kesehatan warga yang sudah berhari-hari terpapar air. Luas tambak yang terendam juga menjadi perhatian serius karena mencapai lebih dari 7.100 hektar, yang tentu berdampak pada ekonomi petani tambak kita," tambah Ery.
Pemerintah Kabupaten Lamongan menghimbau warga di kawasan Bengawan Jero untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat puncak musim hujan yang masih berlangsung di awal tahun 2026 ini.
Rincian Data Banjir (Per 21 Januari 2026), total rumah terdampak sebanyak 4.839 unit. Lalu total jiwa terdampak 19.473 jiwa. Kemudian lahan tambak/sawah sebanyak 7.155 Hektar. Dan fasilitas pendidikan sebanyak 94 Lembaga. (yan)
What's Your Reaction?



