Banjir Bengawan Jero Meluas, 520 Rumah di Desa Sidomulyo Lamongan Terendam Sebulan Lebih
Lamongan, (afederasi.com) – Luapan Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus meluas dan merendam ratusan pemukiman warga. Seperti yang terjadi Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, sebanyak 520 rumah warga dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini telah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial warga selama lebih dari satu bulan.
Banjir tahunan kali ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Genangan air tidak hanya merendam rumah, tetapi juga memutus akses jalan desa, sehingga warga terpaksa menggunakan perahu atau berjalan kaki menyusuri genangan air yang cukup tinggi.
Banjir di Desa Sidomulyo ini tersebar di empat dusun, yakni Dusun Rowoglagah, Dusun Kedungwaru, Dusun Meluke, dan Dusun Pujut. Ketinggian air di wilayah-wilayah tersebut bervariasi, mulai dari setinggi betis hingga lutut orang dewasa.
Kondisi ini mengakibatkan banyak perabotan rumah tangga seperti lemari kayu, meja, dan kursi mengalami kerusakan karena terendam air dalam waktu lama. Upaya warga untuk meninggikan barang-barang mereka sering kali berujung sia-sia karena debit air yang terus merangkak naik.
Kepala Desa Sidomulyo, Dwi Bagus Saputra, menjelaskan bahwa faktor utama parahnya banjir di wilayahnya adalah posisi geografis desa.
"Kondisi geografis wilayah Desa Sidomulyo berada di daerah cekungan, sehingga air kiriman dari sejumlah sungai meluber dan mudah masuk ke wilayah empat dusun tersebut," jelas Dwi Bagus Saputra, Rabu (21/1/2026) pagi.
Dampak banjir yang berkepanjangan ini membuat warga tidak memiliki banyak pilihan selain berdiam diri di rumah. Kekhawatiran warga kini bertambah karena beberapa bagian tembok rumah mulai rapuh akibat terendam air terlalu lama. Selain itu, sektor perikanan yang menjadi tumpuan warga juga lumpuh total karena tambak-tambak mereka ikut terendam.
Umiyani, salah satu warga setempat, mengeluhkan kondisi ekonomi yang kian sulit akibat banjir luapan sungai Bengawan Jero.
"Warga tidak banyak beraktivitas, hanya menunggu banjir surut. Kami berharap bisa segera beraktivitas seperti sediakala, termasuk mulai menggarap tambak yang saat ini juga kebanjiran," ungkap Umiyani
Hingga saat ini, pemerintah desa bersama warga terus melakukan patroli untuk memantau perkembangan debit air di titik-titik yang rawan. Fokus pemantauan diarahkan pada wilayah yang ketinggian airnya terus bertambah guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (yan)
What's Your Reaction?



